Akhirnya Amin Djamaluddin dan Bernard Abdul Jabbar Mengakui Belum Ikut Training ESQ

Malam ahad, 7 Agustus, akhirnya sebuah titik terang saya dapatkan seputar
penyimpangan ESQ yang belakangan ramai diperbincangkan. Itu saya peroleh setelah Sabtu malam, 7 Agustus, menyempatkan diri datang ke masjid Islamic Center, Bekasi, mengikuti acara bertajuk Semalam Bersama Dewan Dakwah: BahasTuntas Penyimpangan ESQ. Selama ini saya hanya membaca berita di internetterkait penyimpangan ESQ. Sepanjang yang saya amati, beragam alasan segelintir ulama yang menyesatkan ESQ, terkesan dangkal dan sangat
menyederhanakan masalah. Dan acara malam itu menguak secara jelas mengapa itu bisa terjadi.

Acara dimoderatori oleh Ustadz Ahmad Salimin Dani, ketua Dewan Dakwah
Islamiyah Indonesia Bekasi. Dua orang nara sumber yang selama ini “militan”
mengampanyekan ESQ sesat adalah Amin Djamaluddin dan Bernard Abdul Jabbar.

Dalam hati saya bertanya-tanya: mengapa tak ada satupun nara sumber dari
pihak ESQ? Bukankah sang moderator mengatakan acara ini dimaksudkan untuk mencari kebenaran? Kalau tak ada satupun orang ESQ, saya sangat ragu
kebenaran tersebut akan diperoleh. Kalaupun kebenaran terkuak, hanya
berdasarkan informasi sepihak, dan ini jelas bukan sebuah kebenaran.

Beruntung, ternyata ada beberapa orang ESQ yang hadir. Saya tak tahu persis
apakah mereka diundang  oleh panitia atau tidak. Tapi, sejauh yang saya
amati, tampaknya mereka tak diundang. Tentu saja menjadi sebuah tanda tanya besar mengapa panitia tak mengundang ESQ.

Dari awal, acara ini terkesan sekali sebagai pengadilan terhadap ESQ.
Peserta, tanpa disadari sengaja digiring opininya untuk memiliki pemikiran
bahwa ESQ itu betul-betul sesat. Amin Djamaluddin mengawali pembahasannya dengan mengkritisi buku metode menghapal asmaul husna. Kemudian tiba-tiba dia berbicara tentang pengalamannya meneliti ajaran Abdullah Mushadeq dan Lia Aminudin. Sebagai peserta yang kritis saya melihat ini adalah upaya untuk menyamakan Ary Ginanjar dengan Mushadeq dan Lia Aminudin. Dan saya sangat yakin, persepsi semacam itulah yang terbangun di benak peserta.

Alhamdulillah, saya tak termasuk peserta yang tak bisa diracuni dengan
penggiringan opini semacam itu. Apalagi setelah mendengar penjelasan
langsung dari pihak ESQ yang diwakili oleh Direktur PR-nya, Hasanuddin
Thoyieb.

Acara terus berlanjut dan mulai panas. Amin Djamaluddin terus menguliti buku ESQ. Orang ESQ yang hadir tentu saja tergerak suara hatinya untuk
menyampaikan kebenaran. Mereka pun memberikan sanggahan dan bantahan. Tapi sayang, karena acara ini sangat terkesan dirancang untuk mengadili ESQ, maka waktu yang diberikan oleh moderator pun sangat singkat. Beberapa kali sang moderator mengatakan ,”Cukup.cukup.waktunya habis,” ketika pihak ESQ menyampaikan bantahannya.

Setali tiga uang dengan Amin Djamaluddin, pembicara kedua pun tak kalah
semangatnya mengatakan ESQ menyimpang. Namanya Ustadz Bernard Abdul Jabbar. Ia dengan yakinnya mengatakan bahwa ajaran ESQ sama dengan konsep Nasrani, Hindu dan lainnya. Alasannya sangat dangkal, cetek. Ia hanya mencomot dari buku ESQ di sana-sini.

Menjelang akhir acara, sebuah titik terang akhirnya saya peroleh ketika
Legisan Sugimin memberikan sanggahan setiap item yang dipersoalkan oleh
kedua nara sumber, dengan cara yang cerdas, jernih, santun, dan sistematis.

“Saya tak satu dua hari mempelajari Islam,” kata dia. Sebuah pertanyaan
sangat bagus dilontarkan Legisan, yang lulusan Islamic Thought dari sebuah
perguruan tinggi Islam di Tanah Air itu.

“Apakah bapak Amin dan Bernard telah mengikuti training ESQ?”

Saya pun terkejut mendengar jawaban keduanya. “Belum,” kata mereka.

Luar biasa. Hanya berdasarkan buku dan itu pun sudah dikoreksi oleh Ary
Ginanjar, kedua pembicara dengan beraninya mengampanyekan penyimpangan ESQ.
Saya hanya geleng-geleng kepala. Saya tak membayangkan bagaimana jika acara itu tak dihadiri oleh pihak ESQ. Yang terjadi adalah penyesatan opini. Yang terjadi adalah fitnah luar biasa.

Saya jadi teringat sebuah kisah. Konon, ada seorang lelaki buta yang diminta
untuk mendeskripsikan bentuk gajah. Lelaki tersebut kemudian didekatkan ke
seekor gajah yang telah jinak. Mulailah ia meraba-raba tubuh gajah untuk
mendapatkan gambaran bentuk dan rupanya. Bagian tubuh yang pertama ia pegang adalah ekornya. Ia elus-elus ekor si gajah. Ia raba dengan perlahan hingga ujung ekornya. Setelah itu, ia pun berhenti. Gajah itu ia tinggalkan karena merasa sudah mendapatkan jawaban bagaimana bentuk dan rupa si gajah.

Lelaki buta itu lalu ditanya. “Apakah engkau sudah mengetahui bentuk gajah?”

“Ya,” jawab lelaki buta itu.

“Bagaimana bentuknya?”

“Ternyata gajah itu bentuknya panjang dan bulat, seperti bambu,” jawabnya
dengan penuh keyakinan.

Tahukah anda, jika inilah yang terjadi pada mereka yang mengatakan ESQ
sesat. Mereka belum ikut training ESQ, tapi berani menarik kesimpulan. Yang
terjadi kemudian adalah melihat ESQ secara tak utuh; sepotong-sepotong. Dan itulah yang kini terjadi.

Wallahu a’lam bishshowab.

(Akbar Maulana)

Share

About these ads
Comments
27 Responses to “Akhirnya Amin Djamaluddin dan Bernard Abdul Jabbar Mengakui Belum Ikut Training ESQ”
  1. Damai Randana says:

    “Tiada daun yg jatuh tanpa seijin Allah”.
    Saya yakin kehadiran Pak Legisan Sugimin dan teman-teman ESQ lainnya yg tidak diundang itu, adalah sebuah kehendak Allah Sang Maha Kehendak. Hanya dg satu pertanyaan sederhana yg dilontarkan Pak Legisan Sugimin sudah membuka tabir dari maksud para Ulama tsb me-nyesatkan ESQ.
    Mungkin kalau boleh saran, undang saja dua ulama itu ke Training Eksekutif. kemudian kasih waktu mereka utk sharing di depan peserta. Dengan begitu, mereka bisa merasakan suasana dan pengalaman dlm training yg sangat luar biasa ini (Saya sudah mengikuti puluhan training Manajemen, tp tidak ada training yg sedahsyat training ESQ).
    Mudah-mudahan Allah memberi hidayah dan rahmat kepada hambaNya. Amin.

  2. Inilah yang terjadi bila orang yang berpikiran pendek kemudian menilai apa yang disampaikan pak Ary di buku itu melalui apa yg tersurat saja, tanpa mendalami apa yg tersirat dibalik itu … Hawa nafsu menjatuhkan orang lain pun kemudian mengemuka, apabila diri merasa sarat dengan ilmu agama dan hikmah, IRONIS …

    Salam 165

  3. Mohammad Asrori says:

    Subhanallah,
    Terimakasih mas Akbar infonya memang selama ini saya miris mendengar dan membacanya tentang statement masalah ESQ yang menyesatkan karena saya sebagai Alumni angkatan 47 Jakarta (Eksekutif) tidak merasa seperti itu justru menambah keyakinan, selalu rindu baginda Rasul, dan semangat dalam menjalani hidup selalu berfikir positif.

    Berarti seseorang berpredikat Ustadz (Amin Djamaluddin & Bernard Jabbar) ngomong sana sini belum pernah ikut ESQ tapi berani menyatakan ESQ itu ajaran sesat. saya jadi ingat ada kata-kata sederhana “BILA MAKAN DIKUNYAH DULU DITELAN BARU DIRASAKAN” Bila langsung ditelan tanpa dikunyah itu ngak akan tau rasanya bila ditanya rsanya bagaimana jawabnya ngak enak membuat perut sakit.

    Untuk itu pak Ustadz pahami dulu dan baca dulu apa isi dari buku ESQ jangan sepotong sepotong membancanya, nanti BUBRAH (Rusak) jadilah orang yang ngerti jangan pinter. saya bukan ahli Agama setidaknya kalo ada seorang ustadz seperti itu ya ngak pantes lah. Bukannya Islam TIDAK mengajarkan seperti itu (SU UDZON) itu ajaran kelas 2 MI lho setingkat SD masak ndak ngerti kasian ummat akan dibawa kemana, bila ingin jadi orang yang terkenal tunjukkan tapi jangan menunjukkan, maknai Al-quran jangan diartikan.

    Terimakasih Pak Ary atas training ESQ yang bisa mencetak manusia-manusia handal

    Wassalam
    Moh. Asrori
    Pon-Pes Sabilil Muttaqien Takeran, Magetan Jawa Timur

  4. Subhanallah ada pak Moh. Asrori dari Takeran, kirim salam untuk keluarga saya di sana; pak Suroto Sarni di Bodri.

    Salam 165

  5. gamal ahmad says:

    Terang sudah siapa Amin Djamaludin dan missionaris Bernard. Amin dan bernard (saya gak tau apa agamanya bernard sekarang) juga menuduh Ketua Umum NU pak said agil dan ketua Umum PB Muhammadiyah pak Dien syamsudin sebagai SESAT MENYESATKAN juga karena NU dan MUHAMMADIYAH menentang mentah- mentah pendapat amin dan bernard yg memang terbukti tanpa hujah.

  6. gamal ahmad says:

    Yg saya tau, pak bernard itu dulunya pendeta kristen militan, terus pindah agama ke islam. Yg membuat saya kaget tiba-tiba Bernard ini tiba2 menggebrak dgn kampanye ESQ sesat walau tanpa hujah yg kuat dan ngawur. Mhn kaum muslimin waspada….

  7. nurrachmadi yusuy says:

    …….Sejauh yang saya amati, mengapa orang-orang yang getol berkoar koar ESQ sesat hanya itu-itu saja (Amin Djamaludin dan Pendeta Bernard)? Dan mohon maaf, kebanyakan mereka adalah orang yang identik dengan kelompok tertentu yang selama ini terkenal sangat mudah memvonis orang atau kelompok lain. Sementara itu, sama persis dengan di atas, situs-situs yang konsisten memuat pemberitaan ESQ sesat, hingga saat ini, juga yang itu-itu saja. Dan saya melihat, situs-situsnya, sangat mudah ditebak: berasal dari kelompok mana dan apa latar belakangnya.

  8. Eko Purwantoro says:

    tentang ESQ 165, adalah pengalaman, harus ikut dulu pelatihan selama 3 hari.. duduk di depan, setelah ikut pelatihan silahkan berkomentar…………..

  9. beben sungkono says:

    Koq bisa2nya amin djamaludin menuduh esq, NU dan muhammadiyah sesat dan kafir? Pak amin, sbg seorang ulama harusnya anda mempersatukan umat bukan malah memecah belah seperti ini.

  10. LieLie says:

    Ikuti dulu Training ESQ,baru bisa berkomentar ttg ESQ..salam 165 ESQ..

  11. Abdul Chaer says:

    Allah menggambarkan betapa kecil kita di hadapan ilmu Allah:
    “Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula).”
    (QS. Al Kahfi 18:109)
    “Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan lautan (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh lautan (lagi) setelah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habis-nya (dituliskan) kalimat-kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana”

    Semoga pak Amin Djamaludin dapat lebih tawaddhu lagi. Ilmu pak amin belum seberapa dibanding ilmu Allah.
    wallahu alam.

  12. fahery says:

    Dimana keadilan di Indonesia ini?, orang-orang yg dengan seenaknya membuat acara ini, mengatas namakan Dewan Dakwah….., seharusnya Ustad tersebut diatas mengembangkan diri dengan metode dakwah yang bisa dipahami oleh yang didakwahi…….., ah cari popularitas aja nih Ustad

  13. fahri hamzah says:

    Maju terus ESQ! Jangan gentar dgn fitnah! Allah sebaik2nya pelindung. Allahu Akbar!!!

  14. azhar kuntoaji says:

    MasyaAllah, saya tak habis pikir pak Amin Djamaludin bisa2nya menuding esq, NU dan Muhammadiyah sesat tanpa dalil yg bisa dipertanggungjawabkan. MUI harusnya tegur keras sdr amin djamaludin ini. Orang seperti inilah yg berpotensi memecah belah umat islam. Knp yg diserang pak amin bukan kaum kuffar atau yahudi? Koq malah yg jelas2 islam dan jelas2 mengajak orang untuk lebih mencintai Allah dan Rosul malah dihujat kafir dan sesat oleh pak amin. Smg pak Amin bisa lbh introspeksi diri.

    Kunto- ponpes al islam

  15. Sejarah berbicara, ada tiga ilmu tongkat nabi Musa : PERTAMA, Ketika ditengah kekeringan air, tongkat yg ditancapkan ke tanah itu, seketika memancarkankan 12 mata air. Di ESQ ilmu itu adalah 12 modul materi training yaitu 1 Ikhsan, 6 Rukun iman, dan 5 Rukun Islam (165). dan tetap konsisten berada dlm orbit Al-Quran & Hadist. ESQ dlm kurun waktu satu dasa warsa terakhir, ilmu 165 tsb alhamdulillah sdh dikonsumsi oleh hampir satu juta alumni / umat sbg air-air kesejukan bagi umat. KEDUA : Ketika nabi Musa dihadapkan dg tukang-tukang sihirnya Fir’aun, maka ular-ular kecil itu pun segera “dimakan” oleh ular besar tongkatnya nabi Musa yg dilemparkan atas izin Allah. Saat ini ilmu ESQ sdg melahap ular2 kecil berupa Isyu-isyu, Fitnah, yg mendiskriditkan ESQ, oleh pihak2 yg tdk bertanggung jawab. Mereka itu harus “dimakan” yg maksutnya adalah mereka hrs dihadapi, diluruskan, diberi pengertian, diklarifikasi, didiskusikan, (tabayyun), syukur2 mereka bisa segera mengikuti training ESQ.Karena mereka itu sesunguhnya tidak tahu apa2 ttg ESQ, tapi berani2 bicara dg tanpa dasar & etika. Dlm forum ini, saya mengajak para sahabat 165 yg dimuliakan Allah, agar tetap tdk terpancing emosi, dan tetap dlm garis orbit akhlak 165, serta mensikapinya dg “wajar” saja. Tapi tetap waspada. Karena sesungguhnya ESQ sdg dlm “ujian” yg kedua tongkat nabi Musa. KETIGA, suatu ketika umat nabi Musa terjepit diantara pasukan Fir’aun yg siap membunuh disatu sisi, dan didepan adalah hamparan lautan di sisi lain. Maju kena, mundur kena. Dua pilihan yg sulit. Tapi disaat detik2 kritis itu, Allah perintahkan Musa untuk memukulkan tongkatnya ke laut, dan, . . subhanallah, laut pun terbelah dua dan Musa beserta umatnya pun selamat. Nah, apa yg hrs sahabat 165 waspadai sehubungan dg peristiwa tongkat nabi Musa yg ketiga ini ? Sahabat 165 yg dimuliakan Allah. Tidak mustahil, sang “Ujian” ke tiga tongkat nabi Musa ini, akan berhadapan dg kita suatu ketika. Bagi satria-satria 165 ESQ, biarlah anjing meng-gong-gong kafilah ESQ jalan terus, Sekali layar terkembang, pantang biduk ESQ surut kebelakang. Biarkan ombak menerpa, yg penting sang batu karang ESQ tetap tegar. Suatu saat terpaan ombak akan surut, dan “sang batu karang” akan terlihat tegar megah diatas permuakaan air laut. Allahu Akbar. Sahabat 165 yg dimuliakan Allah, mari kita berdo’a semoga Allah melindungi dan memberi kesehatan, kekuatan, dan keselamatan, serta dimudahkan segala urusan perjuangan kita. Amiin. Tetap semangat. Do the best. Sal@m Juang 165.

  16. Muhammad says:

    “Ya Allah Engkau Telah tunjukan yang benar adalah benar yang salah adalah salah”

    Saya melihat Mantan Misionaris yang disebut Ustad itu sengaja membuat demikian, karena Track Record dia adalah “Missionaris” –

    jangan – jangan ada “misi” yang dibawa

    Wallahu a’lam bishshowab.

  17. Saya pun sebelumnya banyak membaca tulisan yang menyatakan kesesatan ESQ. Sampai akhirnya Allah memperkenankan saya mengikuti Training ESQ Profesional Angkatan I di Balikpapan untuk melihatnya sendiri secara langsung.

    Alhamdulillah…ternyata ESQ begitu luar biasa, saya melihat ESQ bertujuan membumikan Ihsan, Iman, dan Islam sehingga dapat diterima sebagai kebenaran universal. CMIIW…

    ESQ sangat layak dan harus diikuti setiap orang agar nilai-nilai Islam terhunjam ke dalam hatinya, dan keluar membentuk akhlakul karimah…

    Kepada para ustadz yang berpikiran negatif tentang ESQ saya anjurkan untuk mengikutinya, saya yakin pandangan antum akan berubah tentang itu.

    Ikuti dan dapatkan pengalaman yang luar bisa…

  18. voesq says:

    Untuk memberikan tanggapan silahkan mengcopy tulisan dan memberikan tanggapannya di blog atau media anda

  19. M. Yamin Mile says:

    Tanggapan terhadap pernyataan KH Muhammad Amin Jamaluddin Ketua LPPI
    Oleh. M. Yamin Mile FKA ESQ Korda Ciamis

    Tabloid Suara Islam edisi edisi 6- 20 Agustus 2010 memuat pernyataan KH M Amin Jamaluddin yang isinya memuat hujatan terdapap ESQ dengan pernyataan dan ucapan yang sangat keras Beliau menyatakan antara lain dengan mengutif Alquran:

    “Alquran sudah menggambarkan bahwa akan ada manusia dimuka bumi ini yang memakai nama Allah Asmaul Husnah tetapi dengan maksud menodai nama Allah.
    Pak Kiai H.M.Amin Jamaluddin memastikan bahwa yang dimaksud oleh Allah tersebut adalah Ari Ginanjar dengan ajaran sesatnya sejak tahun 2000. Begitu keyakinnya beliau yang dimuat oleh media suara Islam yang sudah tersebar luas. Coba simak pernyataan beliau tesebut yang cukup keras dan melukai hati hampir sejuta Alumni ESQ :

    “Ternyata manusia yang mempermainkan dan memperolok-olok Asmaul husnah itu muncul di bumi Indonesia yang mayoritas Islam pada awal abad 21 yakni Ari Ginanjar Agustian yang menyebarkan ajaran sesatnya sejak tahun 2000 melalui ESQ Leadership Centre.

    Masya Allah,!!! Bagaimana seorang Kiai yang juga Ketua LPPI bisa menyimpulkan seperti itu hanya dengan membaca buku yang mungkin hanya kulitnya saja???.

    Coba kita bandingkan dengan pernyataan bijak dari seorang ulama Malaysia (Datuk Hasan Ahmad Mukti Penang) menanggapi fatwa sesat ESQ:

    “Sebenarnya kalau kita mau menilai sesuatu perkara, pertama sekali perlu melihatnya dari peringkat awal sampai akhir. Kita tengok dari perjalanan awal hingga akhir. Kita tidak boleh hanya berpandukan buku semata. Kadang-kadang apa yang kita baca tak sama dengan apa yang kita alami. Kita fahamkan yang lain sedangkan penulisnya maksudkan tidak sama dengan apa yang kita pahamkan. Sebab itu orang berkata kalau hendak belajar mesti berguru. Kalau kita tidak paham atau merasa ragu kita boleh bertanya pada penulisnya. Jangan muda membuat anggapan sesuatu yang kita pahamkan itu menyeleweng tanpa kia bertanya pada penulisnya”

    Saya Alumni ESQ regular angkatan 17 Tasikmalaya. Pengetahuan saya mengnai Asmaul Husna minim sekali. Yang saya tahu Asmaul Husna adalah 99 nama Allah dan saya tdak pernah menghapalnya. Saya pernah dengar sebelumnya penjelasan dalam suatu forum da’wah bahwa Asmaul Husna sebaiknya dihafal dan dipraktekan. Satu saja dari Asmaul Husna itu kita praktekan surga jaminannya.
    Saya tidak termasuk orang yang sangat taat beribadah tetapi biasa-biasa aja. Sholat kalau lagi sibuk kadang-kadang asal asalan saja dan tidak ada upaya untuk sholat khusu. Mengikuti pengajian hanya sekali-sekali karena kesibukan sebagai PNS. Pengetahuan agama saya biasa-biasa saja tapi tidak terlalu jelek. Setelah mengikuti training ESQ saya baru disadarkan siapa diri saya dan untuk apa saya hadir di muka bumi ini. Kesadaran akan eksistensi Allah, eksistensi Rasulullah dan eksistensi Alquran yang saya dapatkan dan rasakan dalam training ESq telah menyadarkan saya sehingga menjadi lebih yakin dan mental saya semakin tak tergoyahkan. Saya merasakan kebahagiaan spiritual yang selama ini saya cari. Ibadah semakin saya tingkatkan .Sholat sunat rawatib sholat malam, saum sunah dan tilawah Qur’an mewarnai perubahan hidup saya. Ini berkat training esq yang saya ikuti dan saya rajin alumnian. Pemahaman saya tentang Asmaul Husnah juga bertambah. Dalam materi training ESQ saya mendapat pemahaman bahwa Asmaul Husnah itu hanya milik Allah. Pada waktu training saya tidak pernah menemukan ungkapan ataupun pernyataan yang menyamakan sifat Allah dengan sifat manusia seperti yang dituduhkan oleh pak Kiai. Didalam training selalu ditekankan agar peserta jangan salah paham. Asmaul Husna itu hanya milik Allah. Jangan sampai menganggap bahwa didalam hatinya berisi Asmaul Husna. Dalam hati hanya ada suara hati yang merupakan tiupan ruh dan percikan Asmaul Husnah. Percikan dan tiupan ruh itulah yang menyebabkan manusia memiliki beberapa dari sifat-sifat yang cendrung kepada sifat-sifat Allah dalam ukuran kadar manusia tentunya. Kalau pak Ari mengajarkan dan menyamakan sfat Allah itu sama dengan sifat manusia tentunya nggak perlu pak kiai yang menolak. Kami orang awaampun pasti menolak, dan kami percaya bahwa pak Ari bukan orang bodoh mengajarkan sesuatu yang tidak masuk akal. Anak kecil juga tau bahwa tidak mungkin sifat manusi bisa disamakan dan diartikan sama dengan sifat Allah

    Yang saya rasakan dalam training tidak ada upaya untuk menyamakan sifat Allah dengan sifat manusia.seperti yang dituduhkan oleh KH M Amin Jamaluddin. Itu semua mengada-ada dan mencar-cari kesalahan. Yang sering dicontohkan adalah bahwa walaupun seseorang itu pembunuh yang kejam dan kasar pasti di dalam hatinya yang paling dalam tetap merindukan kasih sayang dan kelembutan. Ini bukti bahwa hatinya sebenarnya tunduk kepada penciptanya yakni ARrahman, ARrahim, Allatif. yang maha lembut, maha pengasih dan maha penyayang. Nah kalau kita diminta untuk bersifat lembut, kasih dan saying terhadap sesama dalam kadar dan ukuran manusiawi tentunya, apa itu berarti menyamakan sifat Allah dengan sifat mansia?

    Semua manusia sama di mana-man, suku atau agama apapun dia pasti merindukan keadilan (universal) kenapa? Ini bukti bahwa dia tercipta dari zat yang maha adil.(Al Adl). Al Adl adalah sifat Allah yang maha adil, mana mungkin kita menyamainya. Tapi sebagai manusia kita perlu menegakkan keadilan karena Tuhan memerintahkan kita berbuat adil. Tidak ada kata-kata dalam materi training yang mengatakan bahwa al adl itu artinya saya ingin menjadi orang adil. Yang ada adalah bahwa kita harus berlaku adil sebagai bukti pengabdian kita kepada Allah Yang Maha Adil..Tentunya kita mengartikan terbatas pada hal-hal yang memang diperintahkan oleh agama. Makanya dalam peringatan hari kebangkitan nasional 2006 dicetuskan 7 budi utama yang harus dipegang teguh dan tidak boleh dilanggar oleh alumni ESQ: jujur, disiplin tanggung jawab visioner, disiplin, kerjasama adil dan peduli. Ini adalah pengejawentahan dari Asmaul Husnah yang kita hafalkan dan zikirkan. Ini sama sekali tidak berarti bahwa sifat Allah itu diartikan sama dengan sifat manusia.

    Ini pemahaman kami setelah mengikti training ESQ. .Apakah lantas karena adanya tambahan pengetahuan seperti itu lantas akidah kita jadi menyimpang? Itukan tambahan pengetahuan yang juga bisa kita peroleh dari buku-buku yang lain. Sekali lagi apa karena adanya tambahan pengetahuan itu orang bisa dituduh menyimpang seperti kata pak kiai buat apa rajin ibadah tapi akidahnya menyimpang?

    Pemahaman seperti di atas yang dimaksud pak Ary dalam bukunya yang kemudian ditrasformasikan dalam bentuk training.. Nah pemahaman yang mengagungkan Asmaul Husnah dan mempraktekan sebagian yang diperintahkan dalam ukuran kadar manusia seperti inikah yang disebut KH M Amin Jamaluddin sebagai memperolok-olok Asmaul Husnah?? Padahal didalam training ESQ kita menyeru dan memangil nama Allah dengan panggilan yang sebaik-baiknya secara ikhlas dan khusu dengan penuh rasa cinta kepada Allah sampai tak terasa air mata mengalir.Hal seperti ini saya yakin tidak pernah dijumpai didalam pengajian manapun termasuk mungkin pengajian yang dilakukan oleh LPPI Nah. Kalau hal seperti ini dianggap memperolok-olok Asmaul Husnah logika dan akal sehat saya sulit mencari alasan lain kalau bukan karena kecemburuan??

    Makanya kalau mau tau lebih dalam ikutilah traning ESQ. Tapi dengan satu syarat yakni menjadi seperti gelas kosong . kalau masuk traning merasa otaknya sudah penuh seperti gelas yang sudah berisi penuh dengan air (sombong dengan ilmunya) kalau diisi malah tumpah sehingga pulang dengan tanggapan aneh. Ini terjadi juga pada sebagan kecil alumni.

    Didalam traning juga kita sebagai peserta tidak sampai kepada kesimpulan bahwa suara hati merupakan satu-satunya sumber kebenatran bukan AlQuran. Justru dalam training inilah kita mendapat keyakinan yang masuk kedalam relung hati dan kalbu kita akan eksistensi Alquran sebagai sumber kebenaran mutlak. Juga tidak diajarkan tentang pengingkaran mu’zizat Allah kepada para nabi seperti kesimpulan KH M Amin Jamaluddin.

    Sekali lagi kalau ESQ mengajarkan paham yang mengingkari mu’zizat tidak perlu pak kiai yang mengoreksinya. Kami orang awam pun pasti mengoreksinya kerena kami tidak bodoh-bodoh amat untuk mengetahui mana yang menyimpang. Sebagian besar ulama dan para Mukti di Maysia yang mengikuti traning menyatakan hal yang sama bahwa tidak ada penyipangan akidah dalam ESQ. Kalaupun ada pasti mereka akan mengoreksinya. Pak Ary pun bersifat terbuka kalau ada koreksi yang dilakukan secara terhormat
    .
    Satu hal yang menggelikan lagi tentang pernyataan pak kiai bahwa pak Ary tidak bisa membedakan zakat itu rukun Iman atau Rukun Islam dengan hanya membaca buku yang mungkin ada salah cetak atau bagaimana, tanpa melihat secara keseluruhan peringkat dari awal sampai akhir.. Makanya dalam hal ini kata-kata bijak dari Mufti Penang Malaysia perlu kita garis bawahi:dan saya kutip lagi agar lebih jelas:

    “Sebenarnya kalau kita mau menilai sesuatu perkara, pertama sekali perlu melihatnya dari peringkat awal sampai akhir. Kita tengok dari perjalanan awal hingga akhir. Kita tidak boleh hanya berpandukan buku semata. Kadang-kadang apa yang kita baca tak sama dengan apa yang kita alami. Kita fahamkan yang lain sedangkan penulisnya maksudkan tidak sama dengan apa yang kita pahamkan. Sebab itu orang berkata kalau hendak belajar mesti berguru. Kalau kita tidak paham atau merasa ragu kita boleh bertanya pada penulisnya. Jangan muda membuat anggapan sesuatu yang kita pahamkan itu menyeleweng tanpa kia bertanya pada penulisnya”
    Didalam ESQ model jelas-jelas tercantum Zakat itu dalam rukun Islam

    Bagian akhir dari tulisan ini saya ingin menanggapi pernyataan KH M Amin Jamaluddin yang saya hormati yang menurut analisa saya terlalu tendensius. Pak kiai mengatakan seperti berikut:’

    “Pak Ary mengatakan setelah mengikuti training para alumni menjadi rajin sholat rajin puasa, tepat waktu membayar zakat dan pergi haji. Sekarang pertanyaannya adalah apa manfaatnya kalau ibadah rajin tapi akidah menyimpang? Seluruh pahala ibadahnya akan hangus dan tidak dinilai Allah sebagai ibadah.

    Atas pernyataan ini saya hanya bisa mengucapkan Astagfirullah hal azim, alangkah naifnya ucapan tersebut. Kami yang mengikuti taining ESQ kemudian menjadi sadar dan rajin sholat tanpa ada perubahan apa-apa dalam keyakinan kami masih menyembah Allah mengikuti Rasulullah dan meyakini kebenaran Alquran lebih dari sebelumnya dan melaksanakan Islam, iman dan ihsan malah dianggap akidah kami menyimpang???

    Saya termasuk diantara alumni yang berubah menjadi rajin ibadah setelah mengikuti training ESQ. Di traning ESQ inilah saya menyadari tugas saya sebagai hamba Allah sesuai FirmanNya :
    “ Tidak kujadikan jin dan manusia kecuali untuk menyembah kepadaku.. Ayat ini sudah saya hafal sejak dulu tapi hanya sebatas pemahaman saja yang kemudian diabaikan. Baru pada hkan ESQ ini saya disadarkan kembali

    . Saya tidak ada urusan dengan pemahaman Asmaul Husnah yang dinyatakan keliru. Yang saya tahu dan mungkin sebagian besar alumni merasakan bahwa pengetahuan dan pemahaman kami terhadap existensi Allah, eksistensi Rasulullah dan dan eksisttensi Alquran sebagai sumber kebenaran yang datang dari Allah bertambah. Itulah sebabnya kemudian kami berubah menjadi rajin ibadah. Lantas gara-gara itu dianggap akidah kami menyimpang semua amal kami ditolak dan siap-siap masuk neraka? Akidah apa dari kami yang menyimpang???.

    Saya berani mengatakan dalam hal ini pak kiai sangat sangat keliru dan sangat dangkal.dan memandang remeh/ merendahkan.
    Saya hanya ingin bertanya kepada pak kiai, kalau pak Ary dengan traning esq dua hari bisa merubah ribuan orang menjadi rajin ibadah. sekarang saya tanya sudah berapa orang yang pak kiai robah kehidupanya setelah pak kiai puluhan tahun berdawah?

    Para alumni esq dituduh rajin ibadah tapi akidah menyimpang dan sesat.diucapkan di bulan suci ramadhan dan mencederai hati begitu banyak orang pantaskah??? Wallohu alam be sawab

    Kepada para alumni mari kita terus berjuang mengagungkan dan mengelorakan zikir Asmaul Husna dinegeri kita menuju Indonesia Emas 2020. Pak Ary pernah memberim nasehat kepada saya lewat SMS. karena saya waktu itu sangat gelisah nggak bisa tidur karena hujatan yang tidak masuk akal terhadap ESQ. Saya kutip disini mungkin berguna buat teman-teman seperjuangan:

    “ Fitrah suatu kebenaran dan kebaikan adalah selalu mendapatkan lawan dan fitnah. Coba lihat kisah perjuangan Rasulullah yang tetap tenang. Rasulullah dikatakan gila, dilempari batu dan kotoran. Inilah ujian namun jangan takut untuk terus berjuang seperti halnya Raulullah yang tetap tenang, tegar dan sabar. Dan akhirnya meraih kemenangan. “

    Bagi kita yang terus berjuang dan berjihat di jalan Allah hanya ada dua pilihan Iskariman Aumutsyahidan. Hidup Jaya atau Mati Syahid….Trima kasih mohon maaf lahir bathin, yang benar datangnya dari Allah sedang yang salah karena kebodohan kami, ciamis 29 Agustus 2010/19 Ramadhan 1431 H

  20. AbuDzar says:

    Menurut info terakhir di MUI, Amin Djamaludin (orang yg selama ini Gembar Gembor ESQ NU Muhammadiyah adalah SESAT namun Hujjahnya Ngawur) sdh dicoret dari kepengurusan MUI dan seluruh kelembagaan dibawah MUI. karena dipandang berpotensi memecah belah umat islam dengan berbagai tudingan Sesat dan Kafir kepada berbagai lembaga Islam.
    Ana salut dgn ketegasan MUI! Smg Umat Islam dapat bersatu kembali ber amal jama’i dan berfastabikhul Khairot.

  21. fatimah says:

    Amin Djamaludin gak takut dosa kali ya…… Mo terkenal tapi pake cara2 yg tidak baik dan tidak intelektual. Umat sdh pinter, gak bisa dihasut. Baguslah kalo mmg MUI sudah memecat Amin. Semoga Amin Djamaludin dpt segera bertobat.

  22. Omar Siregar says:

    Kebenaran akan tetap tegak karena Allah dan Rosul sebaik2nya pelindung. jangan pernah gentar sedikitpun dengan fitnah manusia.
    Semoga Allah SWT senantiasa melindungi pejuangan ESQ dan Bp Ary Ginanjar dalam menyebarkan nilai Iman Islam Ihsan.

  23. Achmad Yusuf - Ponpes Gontor says:

    Menurut hemat saya tuduhan yang dialamatkan kepada ESQ sangat-sangat disayangkan dan disesalkan. Sejauh yang saya ketahui tidak ada alasan yang menyatakan bahwa lembaga itu memberikan ajaran sesat dan haram.
    Pelajaran dan pendidikan ESQ secara hukum Islam tidak ada yang melakukan penyimpangan dan pelanggaran sehingga tidak ada alasan bagi pihak manapun menyatakan bahwa lembaga pelatihan tersebut haram.
    Saya justru menilai bahwa lembaga pelatihan ESQ sangat penting keberadaannya, khususnya di Indonesia, apalagi keberadaannya untuk melatih peningkatan sumber daya manusia (SDM), mengingat di Tanah Air memang masih kekurangan SDM berkualitas. Tidak ada persoalan dengan ESQ, karena yang dilakukan ternyata banyak memberi manfaat bagi kemajuan umat.
    Secara substansi yang diekplorasi Ary Ginajar sudah dikaji oleh para ulama terdahulu, termasuk ulama sufi terkenal Al Ghozali, hanya cara penyampaiannya saja yang disesuaikan dengan masa kekinian.
    Secara substansi bukan barang baru, sudah dikaji dari dulu, namun cara penyampaiannya disesuaikan dengan zamannya.
    Mohon ke depannya, semua pihak lebih berhati-hati sebelum menuduh muslim lain dengan istilah SESAT. Kepada Allah SWT semuanya dikembalikan.. semuanya dalam genggaman-NYA..termasuk ilmu yang ketahui manusia..alangkah indahnya andai kita saling menasehati dengan baik, bukan dengan memvonis dan memprovokasi.. Islam adalah rahmat bagi seluruh alam…
    Allah menggambarkan betapa kecil kita di hadapan ilmu Allah:
    “Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula).”
    (QS. Al Kahfi 18:109)
    “Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan lautan (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh lautan (lagi) setelah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habis-nya (dituliskan) kalimat-kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana”
    (QS.Luqman 31:27)

  24. Ferry Azhar says:

    Emang salah jika Ary Ginanjar melalui ESQ mengajak umat untuk kembali ke jalan Allah? saya tidak merasa ESQ sesat karena usai traininig ESQ hingga hari ini saya sangat meyakini bahwa Allah itu ada, Hari akhir itu ada, Al Quran itu benar. Nabi Muhammad itu benar sebagai Rosul Allah.

    Please deh…. orang-orang yg getol fitnah ESQ jangan ASMADO (asal mangap doank). Semua akan diminta pertanggung jawaban di yaumil akhir bung!

  25. Adam Zaenal Abidin says:

    Ulama-ulama yang selama ini menjadi mainstream umat Islam di Indonesia, tak menyatakan bahwa ESQ sesat. Muhammadiyah dan NU kompak berkata: “ESQ tidak sesat.” Bahkan MUI, sebagai lembaga yang memiliki otoritas mengeluarkan fatwa pun menyatakan tidak ada kesesatan ESQ.
    Jadi kalo Sdr Amin Djamaluddin dan Bernard tetap ngotot mengkampanyekan ESQ sesat, kita perlu mempertanyakan apa motifnya. Karena Hujjah sdr Amin dan Bernard jelas-jelas Ngawur.
    Tetaplah ESQ berjuang. Jawab saja semua fitnah dengan hasil karya nyata untuk kejayaan umat islam. Bisa jadi, inilah cara Allah meningkatkan derajat teman2 ESQ.

  26. Abdul Syukur- Tafaqqu Fiddin UIN Jkt says:

    Saya kutip dari artikel diatas: Setali tiga uang dengan Amin Djamaluddin, pembicara kedua pun tak kalah
    semangatnya mengatakan ESQ menyimpang. Namanya Ustadz Bernard Abdul Jabbar. Ia dengan yakinnya mengatakan bahwa ajaran ESQ sama dengan konsep Nasrani, Hindu dan lainnya. Alasannya sangat dangkal, cetek.
    Izinkan saya saja yg jawab, gak perlu pak ary jawab:
    Beda banget atuch pak bernold antara Islam dengan Nasrani apalagi Hindu…. Bagaikan langit dan bumi bagai minyak dan air. Makanya bener kata penulis diatas, pak bernard belom ikut training ESQ jadinya pak bernard gak ngerti apa itu ESQ. Lah buktinya pak Bernard menyamakan ESQ dengan Nasrani. How come?????… Alumni ESQ pasti akan terbahak-bahak baca kesimpulan pak Bernold. ESQ itu mengajarkan konsep Tauhid, konsep Iman Islam Ihsan. Bagaimana mungkin disamakan dengan Nasrani dan Hindu. Mungkin pak Bernard berhalusinasi. Innaddiina Indallahil Islaam. Kalo belom ngerti tentang konsep ESQ jangan komen dulu dong pak. Apalagi berani – beraninya mengkampanyekan ESQ sesat. Nanti jadi Tong kosong nyaring banget bunyinya….

  27. mutiarazuhud says:

    Mufti dan pihak lain yang melayangkan” tuduhan” tampaknya terlampau terburu-buru. Kalau saya tengarai tampaknya mereka yang tidak sependapat dengan Tasawuf dalam Islam.

    Padahal sesungguhnya Tasawuf dalam islam adalah akhlakul karimah yakni keadaan sadar (kesadaran) atau perilaku/perbuatan secara sadar dan mengingat Allah.

    Dengan Tasawuf-lah jalan menuju muslim yang sholeh, muslim yang ihsan, muslim yang terbaik sesuai dengan semangat ESQ untuk menghasilkan sumber daya manusia yang unggul.

    Saran saya manajemen ESQ mulailah membersihkan sumber-sumber rujukan dari non muslim karena sesungguhnya kebenaran itu datang dari al-Haq yakni Allah semata. Dia memberikan manusia “pendamping” selama mengarungi kehidupan di dunia yakni petunjukNya, Al-Quran dan Hadits. Disitulah rujukan yang teramat luas bagi kebutuhan manusia dahulu, kini maupun masa akan datang.

    Bagi saya , Ary Ginanjar dengan ESQ, Aa Gym dengan MQ dan Mario Teguh dengan Golden Way , dll adalah contoh ulama yang telah mensosialisasikan dan menyiarkan tentang Tasawuf dalam Islam yakni Akhlakul karimah = Keadaan Sadar (kesadaran) atau perilaku/perbuatan secar sadar dan mengingat Allah. Salah satu pokok dalam ajaran Islam yang menghantarkan untuk menjadi muslim yang sholeh, muslim yang ihsan atau muslim yang terbaik/unggul.

    Komentar ini saya tulis pula pada
    http://mutiarazuhud.wordpress.com/2010/08/12/jawaban-tuduhan-esq/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: