Nasihat Alumnus ESQ untuk Segelintir Ulama yang Menyesatkan ESQ

Sungguh tak habis pikir apa yang ada di kepala segelintir ulama yang
mengatakan ESQ sesat. Begitu mudahnya mereka memberikan hujjah. Begitu
gampangnya mereka memberikan fatwa. Begitu serampangannya mereka memvonis.
Dan begitu dangkalnya alasan-alasan yang mereka sampaikan. Mereka tak pernahberpikir apa dampak yang akan terjadi dan kelak mereka akan dimintai
pertanggungjawaban atas apa yang mereka ucapkan.

Ketika menyatakan ESQ sesat, tak pernahkah terpikir dibenak mereka jika umat akan menyamakan ESQ dengan Ahmadiyah, komunitasnya Lia Aminudin dan jamaahnya Mushadeq yang mengaku sebagai nabi baru. Ya, itulah persepsi yang pertama kali terbangun saat umat mendengar bahwa ESQ sesat. Sebuah persepsi yang tak bisa dihindarkan akibat dari kecerobohan segelintir ulama yang dengan mudahnya mengatakan ESQ sesat.

Teramat banyak keanehan dibalik fatwa sesat ESQ. Majelis Ulama Indonesia
(MUI), sebagai lembaga yang memiliki otoritas mengeluarkan fatwa, memberikan 10 kriteria aliran sesat, yakni:

Tak ada satupun dari semua kriteria itu yang pas untuk ESQ.  ESQ bukan
Ahmadiyah; ESQ bukan Lia Aminudin, dan ESQ bukan pula Mushadeq yang
jelas-jelas mengajarkan kesesatan.

1)      Apakah ESQ mengajarkan kita untuk menyembah selain Allah? Sepanjang
saya mengikuti training ESQ dan membaca bukunya, tak ada satu pun materi dan
kalimat dari Ary Ginanjar yang mengajak kita untuk menyekutukan Allah.
Justru sebaliknya, ia meminta kita untuk percaya kepada Allah. Itulah materi
Star Principle.  Kita harus bekerja karena Allah dan ingatlah selalu Allah:
dimana dan kapanpun.

2)      Apakah ESQ memiliki kitab suci seperti Ahmadiyah dengan tazkirahnya?
Tak ada. Yang ada justru ESQ meminta kita untuk hidup berlandaskan Al-Qur’an Sunnah. Lihat saja, betapa banyaknya ayat-ayat al-Qur’an dan hadits yang dijadikan rujukan Ary Ginanjar, sebagai pondasi dan ruh ESQ Model yang fenomenal itu. Simak saja materi Learning Principle. Kita diminta untuk
meyakini Al-Qur’an karena merupakan pedoman bagi kehidupan manusia.

3)      Apakah Ary Ginanjar mengaku sebagai nabi baru seperti Ahmad
Mushadeq? Tak pernah. Justru ia meminta kita untuk meneladani Nabi Muhammad saw seperti yang terdapat dalam materi Leadership Principle. Jika anda telah mengikuti training ESQ, pasti akan menangis mendengar pemaparan dan melihat tayangan perjuangan Rasulullah saw saat materi Leadership Principle.

4)       Apakah ESQ mengajarkan kita untuk tidak mempercayai Hari Kiamat?
Tidak sama sekali. Ary Ginanjar malah mengajak kita untuk meyakini Hari
Akhir seperti yang termaktub dalam materi Vision Principle.

5)      Apakah ESQ menyuruh kita untuk tak meyakini Qadha dan Qadar? Tak
sedikitpun. Dalam materi Well Organized Principle, Ary Ginanjar meminta kita mempercayai ketentuan dan ketetapan Allah dengan bahasa yang mudah dicerna.

6)      Apakah ESQ mengajak kita untuk tidak melaksanakan 5 rukun Islam:
Syahadat, Sholat, Puasa, Zakat, Haji? Tidak!!! Justru Ary Ginanjar melalui
ilmu ESQ 165 nya mengajak kita untuk beribadah dengan benar. Dan betapa
banyak peserta yang tadinya tidak sholat, berkat izin Allah, mereka menjadi
rajin sholat. Betapa banyak yang tidak berpuasa, berkat izin Allah melalui
ESQ, mereka menjadi berpuasa. Tak cuma shlat dan puasa secara ritual, namun
memaknai setiap gerakan dan tujuannya. Kunjungi saja situs
www.esqmagazine.com. Disana, kita akan menemukan banyak kisah nyata seputar ini.

7)      Apakah Ary Ginanjar membuat tafsir baru Al-Qur’an? Sama sekali
tidak. Ia mempunyai guru, almarhum Habib Adnan, seorang hafidz yang tawadhu, mantan ketua MUI Bali. Kalaupun ada penafsiran yang selama ini dikritisi oleh segelintir ulama, itu tak banyak. Dan Ary Ginanjar sendiri sudah
mengklarifikasi hal tersebut. Jangan samakan Ary Ginanjar dengan JIL, yang
menafsirkan al-Qur’an seenaknya dewe. Antara Ary Ginanjar dan JIL bagaikan langit dan bumi. Seperti minyak dan air.

Jelas sudah, ESQ SAMA SEKALI TIDAK SESAT!!! “Militannya” segelintir ulama
yang menyesatkan ESQ, sama sekali tak beralasan. MUI saja tak menyatakan
sesat, tapi kok ini, beberapa ulama dengan beraninya mengatakan ESQ sesat.
Ketua MUI H Amidhan sendiri berujar,” Tidak ada persoalan dengan ESQ.”

Kalaupun ada salah satu anggotanya, yakni H Amin Djamaluddin yang menyebut ESQ sesat, MUI telah meminta keterangan langsung darinya.

“Kami sudah meminta keterangan dari H Amin Djamaluddin dan akhirnya
diketahui bahwa Amin hanya meminta halaman tentang Asmaul Husna dalam buku ESQ, dikoreksi,” kata Amidhan.  Karena itu, ia melanjutkan,” Tak ada
persoalan dengan ESQ karena hanya sedikit kalimat yang dikoreksi. Yang lain
tak ada persoalan.” (antaranews)

Tak cuma MUI, dua ormas keagamaan terbesar di negeri ini: NU dan
Muhammadiyah juga mendukung ESQ. “Tak ada yang menyimpang dari ESQ,” kata Ketua Umum PBNU Said Agil Siradj.  Ia melanjutkan,” Kita harus bangga bahwa ada seorang anak bangsa seperti Pak Ary yang kreatif menggunakan metode ajarannya sehingga dapat diterima luas di seluruh dunia.” (warta kota)

Apa kata Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Din Syamsuddin? “Tuduhan yang dialamatkan kepada ESQ sangat disayangkan,” ujarnya. Fatwa sesat ESQ, kata dia,”Salah persepsi dan salah pengertian.”

Sayangnya, segala bentuk dukungan, segala macam klarifikasi dan segala upay ESQ untuk menjelaskan duduk persoalannya, sama sekali tak membuat segelintir ulama yang menyesatkan ESQ itu, menarik fatwanya. Sebaliknya, mereka kian semangat untuk terus mengkampanyekan kesesatan ESQ.  Mereka mengadakan acara di berbagai tempat agar masyarakat terpengaruh oleh mereka.

Jika sudah begini, menjadi mudah bagi kita untuk menilai: mana ulama yang
memang berjuang untuk kemaslahatan umat dan mana yang berjuang hanya untuk ego individu dan kelompoknya. Mana ulama yang berbicara dengan pertimbangan matang dan mana ulama yang asal bicara, hanya berdasarkan persepsi dan asumsi. Anda pasti sudah tahu jawabannya! Wallahua’lam bishshowab.

(Akbar Maulana)

Share

Comments
15 Responses to “Nasihat Alumnus ESQ untuk Segelintir Ulama yang Menyesatkan ESQ”
  1. Damai Randana says:

    Subhanallah…..Saya setuju dg Mas Akbar.

    Saya juga yakin, bahwa masyarakat muslim Indonesia yg sudah semakin cerdas & kritis sekarang ini, pasti bisa membedakan mana orang-orang yg mengaku ulama/ustadz yg berjuang hanya utk nama pribadi, ego, dan kelompoknya, dan mana orang-orang yg justru tidak pernah mau disebut sbg ulama/usadz yg secara ikhlas berjuang demi kamaslahatan umat dan demi tegaknya Kalimatillah. Biarlah Allah yg Memberi Ganjaran.

    Allahu Akbar…..!

  2. ahmad yusuf says:

    setuju! tulisan dengan pengamatan yg kritis saudara Akbar Maulana. Umat sdh cerdas gak bisa dihasut. jangan khawatir yg selama ini koar-koar ESQ sesat khan cuma itu – itu juga orangnya. diye lagi diye lagi ampe eneg liat mulut mereka. Semoga di bulan Ramadhan ini mereka bisa banyak-banyak istigfar.
    Semoga MUI bisa ambil tindakan tegas ke orang-orang ini, yg ngaku ulama tapi tidak menampilkan prilaku akhlak islam.

  3. Rizal Kurniawan says:

    Maju terus ESQ. jangan gentar. Sudah hukum alam bahwa setiap perjuangan pasti ada tantangannya.
    Tapi kami, orang yg pernah ikut training ESQ eksekutif angkatan 53 thn 2006, bersaksi bahwa training ESQ memberi manfaat yang luar biasa bagi kami sekeluarga. Sekarang keluarga kami jadi lebih dekat dengan Allah SWT dan lebih cinta kepada Rasulullah SAW. alhamdulillah thn 2007 kami sekeluarga berkesempatan ke Baitullah.
    Kawan-kawan dikantor juga sdh ikut ESQ training dan terjadi perubahan signifikan.kompetensi dan Kinerja meningkat dan yang pasti mereka kini memiliki tujuan hidup yang jelas dan menjadikan Al Quran dan Sunnah Rasul sebagai pedoman hidup.
    Demi Allah , Kami menjadi saksi betapa ESQ memberi manfaat sedemikian besar untuk kehidupan kami.
    Semoga orang2 yg selama ini menuding ESQ sesat akan mendapat hidayah Allah SWT.

  4. Abdul Chaer says:

    Sepanjang ESQ tidak mengajarkan sholat lima waktu tidak wajib bagi umat Islam atau mengajarkan Muhammad SAW bukan nabi terakhir, maka tudingan sesat tidak layak dialamatkan kepadanya.
    Selama tidak mengatakan sholat lima waktu tidak wajib, Muhammad SAW bukan nabi terakhir, itu tidak sesat.
    Secara substansi yang diekplorasi Ary Ginajar sudah dikaji oleh para ulama terdahulu, termasuk ulama sufi terkenal Al Ghozali, hanya cara penyampaiannya saja yang disesuaikan dengan masa kekinian.
    Secara substansi ESQ bukan barang baru, sudah dikaji dari dulu, hanya cara penyampaiannya yang disesuaikan dengan kekinian, namun secara esensi tak ada yg berubah.
    Karena ESQ harus dijaga dilindungi. ESQ adalah asset umat paling berharga yang secara konsisten mengajak anak bangsa untuk menemukan kembali tujuan hidup dan jatidirinya.
    Mhn ESQ jangan berkecil hati. Hanya segelintir orang saja yang belum paham yang harus diberi pencerahan.insyaAllah ini cara Allah untuk menguji dan meningkatkan derajat pak Ary Ginanjar dan seluruh alumninya.

  5. fahery says:

    Assalamualaikum Wr Wb………..,
    .Orang-orang berubah menjadi lebih baik, lebih sholeh, lebih rajin beribadah dan bekerja, lebih amanah dan bertanggungjawab. Orang-orang menjadi lebih bersemangat untuk haji atau umrah dan membayar zakat……setelah mengikuti pencerahan dengan Training ESQ……, maaf !!! saya tidak mengerti dg ulama tsb diatas yang menyatakan ‘sesat’. apakah ada kebanggaan untuk disebut “lebih baik?’. Sedih juga melihat situasi begini, seharusnya ulama-ulama di Indonesia ini bersatu untuk berjuang membangun karakter bangsa yang sudah rapuh ini…..yang orangnya hobbi menghujat saudaranya sesama Islam…., Mari kita do’akan Semoga ybs diberi kesadaran yang hakiki….
    Wassalamualaikum Wr.Wb.

  6. fahri hamzah says:

    Sebenarnya hanya orang/situs yang itu itu aja yg selalu menebar fitnah atas ESQ. Bahkan sekarang mereka juga memvonis NU dan Muhammadiyah sesat juga karena NU dan Muhammadiyah mendukung penuh ESQ. Wallahu alam apa niat mereka. Tampak betul di website mereka, hujjah mereka atas tuduhan esq sesat sgt mengada-ada dan ngawur. Wallahu alam

  7. fahmi salam says:

    sungguh bukan telinga yang tuli, bukan pula mata yang buta tapi yang buta di dalam dada…Untuk orang-orang/situs tertentu yang giat menebar fitnah dan prasangka atas ESQ, janganlah membuat diri anda terkenal dengan cara tidak baik…training ESQ sebuah metode membentuk SDM berkualitas yang cinta kepada ALLAH dan kekasih kekasih ALLAH…ALLAH mengilhamkan sukma kebaikan dan keburukan…Beruntung bagi yang mensucikannya dan merugi bagi yang mengotorinya….
    Hingga detik ini saya amati, hujjah/argumentasi mereka yg mengatakan ESQ sesat sangat lemah bahkan mengada-ada. Segeralah bersilaturrahim. Galang kekuatan antar sesama muslim.

    @fahmi/ponpes Gontor/alumni ESQ Surabaya angkatan 7.

  8. fahmi salam says:

    sungguh bukan telinga yang tuli, bukan pula mata yang buta tapi yang buta di dalam dada…janganlah membuat diri anda terkenal/popularitas dengan cara tidak baik…training ESQ adalah sebuah metode membentuk SDM berkualitas yang cinta kepada ALLAH dan kekasih kekasih ALLAH…ALLAH mengilhamkan sukma kebaikan dan keburukan…Beruntung bagi yang mensucikannya dan merugi bagi yang mengotorinya….

  9. Belum selesai kasus ambalat,Damaikan Indonesia Mlaisia belumlah sempat, Amat sangat disayangkan oleh masyarakat, Kalau ada org yg ngaku ulama tapi bilang bahwa ESQ sesat. Hujatan mereka salah alamat,Spekulasi yg pat-gulipat, Dua kali dua bukanlah empat,

    Belum training ESQ tapi sdh berani menghujat, Sungguh perbuatan yg tdk terhormat, Pastilah mereka dikutuk semua umat. Terhadap orang muslim dia kualat, Nanti matinya dimakan ulat.

    Diajak bicara bilangnya nggak sempat, Soalnya takut diajak debat. Akhirnya tabayyun jadi terhambat, Lama-lama mereka bisa kuwalat. Pada saudara tua serumpun yg justru hrs dihormat. . Mudah2an mereka selamat, Karena jangan2 merekalah yg sesat.

    Sahabat 165 marilah merapat, Jangan terpengaruh issue yg laknat. Kita hadapi setiap saat, Siapapun yg akan menghambat. Ini hanya sebagai ujian berat, Bagi hamba Allah yg berharap rahmat, Sungguh ini merupakan rahasia Tuhan yg tersurat, Dengan banyak makna didalamnya yg tersirat. Yg Insya Allah kita banyak peroleh nikmat.

    Kita tak perlu saling menggugat, Karena akan buang tenaga yg tdk manfaat. Lebih baik kita banyak-banyak membaca ayat. Dan perbanyak berdo’a agar perjuangan 165 biar semakin kuwat.

    Biarkan anjing meng-gong-gong tapi ESQ tetap berlari cepat, Agar program Indonesia emasnya tdk terlambat. Menjadikan bangsa ini segera sehat selamat, Baik badan raga jadi wal-afiat, Terlebih jiwa kita semua yg hrs tetap semangat,

    Perbanyaklah ilmu cerdaskan syareat, Jangan lupa lanjutkan ilmu tarekat. Biar sampai pada hakekat, dan akhirnya temuakan Allah dg ma’rifat.

    Jaga hati dg komitment syahadat, dengan tingkatkan ibadah sholat, Bulan puasa banyakkan baca surat, Dari pada buka puasa banyak makan ketupat, Bisa-bisa terkena kolestrol dan asam urat Jangan lupa bayar infak dan zakat. Karena dialah dewa penyelamat kita sejak dunia hingga akherat. Assalamu’alaikuum. Sal@m Juang 165. tetap semangat. Do the best.

  10. Muhammad says:

    Good

    Kreatif tulisanmu mas Adam

    salam kenal kiki

  11. Fahri Hamzah says:

    MUI jelas – jelas merestui ESQ. Maju terus ESQ. walau ada 1 atau 2 orang yg ngaku ulama (itu-itu aja orangnya) yang selalu ANTI ESQ. Harusnya 1 or 2 ‘ngaku ulama’ itu istigfar. ESQ mengajarkan Iman Islam Ihsan, koq dihujat????yg menghujat mengaku-ngaku ulama pula…. astagfirullah……….
    Abaikan saja hujatan itu. Biar anjing menggonggong kafilah tetap berlalu. ESQ tetap fokus untuk perbaikan karakter bangsa.

  12. Amir Muhidin says:

    Alhamdullillah KH Didin Hafiduddin kini menjadi Dewan Syariah dan Aqidah ESQ.
    semoga Allah melindungi dan menjaga Pak Ary, teman2 ESQ dan kita semua
    agar tidak pernah kehilangan kejernihan hati,dan keberanian untuk menegakkan kebenaran.agar apa yang dirintis suatu hari bisa digenapkan,dengan kekuatan yang berasal dari ridhaNya.
    allahumma amin.

  13. fitriana says:

    saya perhatikan Hujjah orang yg anti ESQ (itu -itu aja koq orang nya) NGAWUR.
    masyarakat Indonesia sdh cerdas, gak mudah dihasut. semoga MUI bisa lbh tegas bersikap thd orang-orang seperti ini yg hanya memecah belah ummat Islam dengan cara mengkafirkan sesama muslim.

    Kayaknya mereka cuma cari ngetop. karena selama ini mereka gak ada yg denger. kalo mau Ngetop, janganlah gunakan cara2 yg tidak baik, nanti Allah SWT bisa marah.

    maju terus ESQ. kami dukung ESQ dgn kiprahnya membangun karakter bangsa mengajak ummat untuk kembali ke jalan Allah SWT.

  14. M. Yamin Mile says:

    Tanggapan terhadap pernyataan KH Muhammad Amin Jamaluddin Ketua LPPI
    Oleh. M. Yamin Mile FKA ESQ Korda Ciamis

    Tabloid Suara Islam edisi edisi 6- 20 Agustus 2010 memuat pernyataan KH M Amin Jamaluddin yang isinya memuat hujatan terdapap ESQ dengan pernyataan dan ucapan yang sangat keras Beliau menyatakan antara lain dengan mengutif Alquran:

    “Alquran sudah menggambarkan bahwa akan ada manusia dimuka bumi ini yang memakai nama Allah Asmaul Husnah tetapi dengan maksud menodai nama Allah.
    Pak Kiai H.M.Amin Jamaluddin memastikan bahwa yang dimaksud oleh Allah tersebut adalah Ari Ginanjar dengan ajaran sesatnya sejak tahun 2000. Begitu keyakinnya beliau yang dimuat oleh media suara Islam yang sudah tersebar luas. Coba simak pernyataan beliau tesebut yang cukup keras dan melukai hati hampir sejuta Alumni ESQ :

    “Ternyata manusia yang mempermainkan dan memperolok-olok Asmaul husnah itu muncul di bumi Indonesia yang mayoritas Islam pada awal abad 21 yakni Ari Ginanjar Agustian yang menyebarkan ajaran sesatnya sejak tahun 2000 melalui ESQ Leadership Centre.

    Masya Allah,!!! Bagaimana seorang Kiai yang juga Ketua LPPI bisa menyimpulkan seperti itu hanya dengan membaca buku yang mungkin hanya kulitnya saja???.

    Coba kita bandingkan dengan pernyataan bijak dari seorang ulama Malaysia (Datuk Hasan Ahmad Mukti Penang) menanggapi fatwa sesat ESQ:

    “Sebenarnya kalau kita mau menilai sesuatu perkara, pertama sekali perlu melihatnya dari peringkat awal sampai akhir. Kita tengok dari perjalanan awal hingga akhir. Kita tidak boleh hanya berpandukan buku semata. Kadang-kadang apa yang kita baca tak sama dengan apa yang kita alami. Kita fahamkan yang lain sedangkan penulisnya maksudkan tidak sama dengan apa yang kita pahamkan. Sebab itu orang berkata kalau hendak belajar mesti berguru. Kalau kita tidak paham atau merasa ragu kita boleh bertanya pada penulisnya. Jangan muda membuat anggapan sesuatu yang kita pahamkan itu menyeleweng tanpa kia bertanya pada penulisnya”

    Saya Alumni ESQ regular angkatan 17 Tasikmalaya. Pengetahuan saya mengnai Asmaul Husna minim sekali. Yang saya tahu Asmaul Husna adalah 99 nama Allah dan saya tdak pernah menghapalnya. Saya pernah dengar sebelumnya penjelasan dalam suatu forum da’wah bahwa Asmaul Husna sebaiknya dihafal dan dipraktekan. Satu saja dari Asmaul Husna itu kita praktekan surga jaminannya.
    Saya tidak termasuk orang yang sangat taat beribadah tetapi biasa-biasa aja. Sholat kalau lagi sibuk kadang-kadang asal asalan saja dan tidak ada upaya untuk sholat khusu. Mengikuti pengajian hanya sekali-sekali karena kesibukan sebagai PNS. Pengetahuan agama saya biasa-biasa saja tapi tidak terlalu jelek. Setelah mengikuti training ESQ saya baru disadarkan siapa diri saya dan untuk apa saya hadir di muka bumi ini. Kesadaran akan eksistensi Allah, eksistensi Rasulullah dan eksistensi Alquran yang saya dapatkan dan rasakan dalam training ESq telah menyadarkan saya sehingga menjadi lebih yakin dan mental saya semakin tak tergoyahkan. Saya merasakan kebahagiaan spiritual yang selama ini saya cari. Ibadah semakin saya tingkatkan .Sholat sunat rawatib sholat malam, saum sunah dan tilawah Qur’an mewarnai perubahan hidup saya. Ini berkat training esq yang saya ikuti dan saya rajin alumnian. Pemahaman saya tentang Asmaul Husnah juga bertambah. Dalam materi training ESQ saya mendapat pemahaman bahwa Asmaul Husnah itu hanya milik Allah. Pada waktu training saya tidak pernah menemukan ungkapan ataupun pernyataan yang menyamakan sifat Allah dengan sifat manusia seperti yang dituduhkan oleh pak Kiai. Didalam training selalu ditekankan agar peserta jangan salah paham. Asmaul Husna itu hanya milik Allah. Jangan sampai menganggap bahwa didalam hatinya berisi Asmaul Husna. Dalam hati hanya ada suara hati yang merupakan tiupan ruh dan percikan Asmaul Husnah. Percikan dan tiupan ruh itulah yang menyebabkan manusia memiliki beberapa dari sifat-sifat yang cendrung kepada sifat-sifat Allah dalam ukuran kadar manusia tentunya. Kalau pak Ari mengajarkan dan menyamakan sfat Allah itu sama dengan sifat manusia tentunya nggak perlu pak kiai yang menolak. Kami orang awaampun pasti menolak, dan kami percaya bahwa pak Ari bukan orang bodoh mengajarkan sesuatu yang tidak masuk akal. Anak kecil juga tau bahwa tidak mungkin sifat manusi bisa disamakan dan diartikan sama dengan sifat Allah

    Yang saya rasakan dalam training tidak ada upaya untuk menyamakan sifat Allah dengan sifat manusia.seperti yang dituduhkan oleh KH M Amin Jamaluddin. Itu semua mengada-ada dan mencar-cari kesalahan. Yang sering dicontohkan adalah bahwa walaupun seseorang itu pembunuh yang kejam dan kasar pasti di dalam hatinya yang paling dalam tetap merindukan kasih sayang dan kelembutan. Ini bukti bahwa hatinya sebenarnya tunduk kepada penciptanya yakni ARrahman, ARrahim, Allatif. yang maha lembut, maha pengasih dan maha penyayang. Nah kalau kita diminta untuk bersifat lembut, kasih dan saying terhadap sesama dalam kadar dan ukuran manusiawi tentunya, apa itu berarti menyamakan sifat Allah dengan sifat mansia?

    Semua manusia sama di mana-man, suku atau agama apapun dia pasti merindukan keadilan (universal) kenapa? Ini bukti bahwa dia tercipta dari zat yang maha adil.(Al Adl). Al Adl adalah sifat Allah yang maha adil, mana mungkin kita menyamainya. Tapi sebagai manusia kita perlu menegakkan keadilan karena Tuhan memerintahkan kita berbuat adil. Tidak ada kata-kata dalam materi training yang mengatakan bahwa al adl itu artinya saya ingin menjadi orang adil. Yang ada adalah bahwa kita harus berlaku adil sebagai bukti pengabdian kita kepada Allah Yang Maha Adil..Tentunya kita mengartikan terbatas pada hal-hal yang memang diperintahkan oleh agama. Makanya dalam peringatan hari kebangkitan nasional 2006 dicetuskan 7 budi utama yang harus dipegang teguh dan tidak boleh dilanggar oleh alumni ESQ: jujur, disiplin tanggung jawab visioner, disiplin, kerjasama adil dan peduli. Ini adalah pengejawentahan dari Asmaul Husnah yang kita hafalkan dan zikirkan. Ini sama sekali tidak berarti bahwa sifat Allah itu diartikan sama dengan sifat manusia.

    Ini pemahaman kami setelah mengikti training ESQ. .Apakah lantas karena adanya tambahan pengetahuan seperti itu lantas akidah kita jadi menyimpang? Itukan tambahan pengetahuan yang juga bisa kita peroleh dari buku-buku yang lain. Sekali lagi apa karena adanya tambahan pengetahuan itu orang bisa dituduh menyimpang seperti kata pak kiai buat apa rajin ibadah tapi akidahnya menyimpang?

    Pemahaman seperti di atas yang dimaksud pak Ary dalam bukunya yang kemudian ditrasformasikan dalam bentuk training.. Nah pemahaman yang mengagungkan Asmaul Husnah dan mempraktekan sebagian yang diperintahkan dalam ukuran kadar manusia seperti inikah yang disebut KH M Amin Jamaluddin sebagai memperolok-olok Asmaul Husnah?? Padahal didalam training ESQ kita menyeru dan memangil nama Allah dengan panggilan yang sebaik-baiknya secara ikhlas dan khusu dengan penuh rasa cinta kepada Allah sampai tak terasa air mata mengalir.Hal seperti ini saya yakin tidak pernah dijumpai didalam pengajian manapun termasuk mungkin pengajian yang dilakukan oleh LPPI Nah. Kalau hal seperti ini dianggap memperolok-olok Asmaul Husnah logika dan akal sehat saya sulit mencari alasan lain kalau bukan karena kecemburuan??

    Makanya kalau mau tau lebih dalam ikutilah traning ESQ. Tapi dengan satu syarat yakni menjadi seperti gelas kosong . kalau masuk traning merasa otaknya sudah penuh seperti gelas yang sudah berisi penuh dengan air (sombong dengan ilmunya) kalau diisi malah tumpah sehingga pulang dengan tanggapan aneh. Ini terjadi juga pada sebagan kecil alumni.

    Didalam traning juga kita sebagai peserta tidak sampai kepada kesimpulan bahwa suara hati merupakan satu-satunya sumber kebenatran bukan AlQuran. Justru dalam training inilah kita mendapat keyakinan yang masuk kedalam relung hati dan kalbu kita akan eksistensi Alquran sebagai sumber kebenaran mutlak. Juga tidak diajarkan tentang pengingkaran mu’zizat Allah kepada para nabi seperti kesimpulan KH M Amin Jamaluddin.

    Sekali lagi kalau ESQ mengajarkan paham yang mengingkari mu’zizat tidak perlu pak kiai yang mengoreksinya. Kami orang awam pun pasti mengoreksinya kerena kami tidak bodoh-bodoh amat untuk mengetahui mana yang menyimpang. Sebagian besar ulama dan para Mukti di Maysia yang mengikuti traning menyatakan hal yang sama bahwa tidak ada penyipangan akidah dalam ESQ. Kalaupun ada pasti mereka akan mengoreksinya. Pak Ary pun bersifat terbuka kalau ada koreksi yang dilakukan secara terhormat
    .
    Satu hal yang menggelikan lagi tentang pernyataan pak kiai bahwa pak Ary tidak bisa membedakan zakat itu rukun Iman atau Rukun Islam dengan hanya membaca buku yang mungkin ada salah cetak atau bagaimana, tanpa melihat secara keseluruhan peringkat dari awal sampai akhir.. Makanya dalam hal ini kata-kata bijak dari Mufti Penang Malaysia perlu kita garis bawahi:dan saya kutip lagi agar lebih jelas:

    “Sebenarnya kalau kita mau menilai sesuatu perkara, pertama sekali perlu melihatnya dari peringkat awal sampai akhir. Kita tengok dari perjalanan awal hingga akhir. Kita tidak boleh hanya berpandukan buku semata. Kadang-kadang apa yang kita baca tak sama dengan apa yang kita alami. Kita fahamkan yang lain sedangkan penulisnya maksudkan tidak sama dengan apa yang kita pahamkan. Sebab itu orang berkata kalau hendak belajar mesti berguru. Kalau kita tidak paham atau merasa ragu kita boleh bertanya pada penulisnya. Jangan muda membuat anggapan sesuatu yang kita pahamkan itu menyeleweng tanpa kia bertanya pada penulisnya”
    Didalam ESQ model jelas-jelas tercantum Zakat itu dalam rukun Islam

    Bagian akhir dari tulisan ini saya ingin menanggapi pernyataan KH M Amin Jamaluddin yang saya hormati yang menurut analisa saya terlalu tendensius. Pak kiai mengatakan seperti berikut:’

    “Pak Ary mengatakan setelah mengikuti training para alumni menjadi rajin sholat rajin puasa, tepat waktu membayar zakat dan pergi haji. Sekarang pertanyaannya adalah apa manfaatnya kalau ibadah rajin tapi akidah menyimpang? Seluruh pahala ibadahnya akan hangus dan tidak dinilai Allah sebagai ibadah.

    Atas pernyataan ini saya hanya bisa mengucapkan Astagfirullah hal azim, alangkah naifnya ucapan tersebut. Kami yang mengikuti taining ESQ kemudian menjadi sadar dan rajin sholat tanpa ada perubahan apa-apa dalam keyakinan kami masih menyembah Allah mengikuti Rasulullah dan meyakini kebenaran Alquran lebih dari sebelumnya dan melaksanakan Islam, iman dan ihsan malah dianggap akidah kami menyimpang???

    Saya termasuk diantara alumni yang berubah menjadi rajin ibadah setelah mengikuti training ESQ. Di traning ESQ inilah saya menyadari tugas saya sebagai hamba Allah sesuai FirmanNya :
    “ Tidak kujadikan jin dan manusia kecuali untuk menyembah kepadaku.. Ayat ini sudah saya hafal sejak dulu tapi hanya sebatas pemahaman saja yang kemudian diabaikan. Baru pada hkan ESQ ini saya disadarkan kembali

    . Saya tidak ada urusan dengan pemahaman Asmaul Husnah yang dinyatakan keliru. Yang saya tahu dan mungkin sebagian besar alumni merasakan bahwa pengetahuan dan pemahaman kami terhadap existensi Allah, eksistensi Rasulullah dan dan eksisttensi Alquran sebagai sumber kebenaran yang datang dari Allah bertambah. Itulah sebabnya kemudian kami berubah menjadi rajin ibadah. Lantas gara-gara itu dianggap akidah kami menyimpang semua amal kami ditolak dan siap-siap masuk neraka? Akidah apa dari kami yang menyimpang???.

    Saya berani mengatakan dalam hal ini pak kiai sangat sangat keliru dan sangat dangkal.dan memandang remeh/ merendahkan.
    Saya hanya ingin bertanya kepada pak kiai, kalau pak Ary dengan traning esq dua hari bisa merubah ribuan orang menjadi rajin ibadah. sekarang saya tanya sudah berapa orang yang pak kiai robah kehidupanya setelah pak kiai puluhan tahun berdawah?

    Para alumni esq dituduh rajin ibadah tapi akidah menyimpang dan sesat.diucapkan di bulan suci ramadhan dan mencederai hati begitu banyak orang pantaskah??? Wallohu alam be sawab

    Kepada para alumni mari kita terus berjuang mengagungkan dan mengelorakan zikir Asmaul Husna dinegeri kita menuju Indonesia Emas 2020. Pak Ary pernah memberim nasehat kepada saya lewat SMS. karena saya waktu itu sangat gelisah nggak bisa tidur karena hujatan yang tidak masuk akal terhadap ESQ. Saya kutip disini mungkin berguna buat teman-teman seperjuangan:

    “ Fitrah suatu kebenaran dan kebaikan adalah selalu mendapatkan lawan dan fitnah. Coba lihat kisah perjuangan Rasulullah yang tetap tenang. Rasulullah dikatakan gila, dilempari batu dan kotoran. Inilah ujian namun jangan takut untuk terus berjuang seperti halnya Raulullah yang tetap tenang, tegar dan sabar. Dan akhirnya meraih kemenangan. “

    Bagi kita yang terus berjuang dan berjihat di jalan Allah hanya ada dua pilihan Iskariman Aumutsyahidan. Hidup Jaya atau Mati Syahid….Trima kasih mohon maaf lahir bathin, yang benar datangnya dari Allah sedang yang salah karena kebodohan kami, ciamis 29 Agustus 2010/19 Ramadhan 1431 H

    k

  15. Achmad Yusuf - Ponpes Gontor says:

    Menurut hemat saya tuduhan yang dialamatkan kepada ESQ sangat-sangat disayangkan dan disesalkan. Sejauh yang saya ketahui tidak ada alasan yang menyatakan bahwa lembaga itu memberikan ajaran sesat dan haram.
    Pelajaran dan pendidikan ESQ secara hukum Islam tidak ada yang melakukan penyimpangan dan pelanggaran sehingga tidak ada alasan bagi pihak manapun menyatakan bahwa lembaga pelatihan tersebut haram.
    Saya justru menilai bahwa lembaga pelatihan ESQ sangat penting keberadaannya, khususnya di Indonesia, apalagi keberadaannya untuk melatih peningkatan sumber daya manusia (SDM), mengingat di Tanah Air memang masih kekurangan SDM berkualitas. Tidak ada persoalan dengan ESQ, karena yang dilakukan ternyata banyak memberi manfaat bagi kemajuan umat.
    Secara substansi yang diekplorasi Ary Ginajar sudah dikaji oleh para ulama terdahulu, termasuk ulama sufi terkenal Al Ghozali, hanya cara penyampaiannya saja yang disesuaikan dengan masa kekinian.
    Secara substansi bukan barang baru, sudah dikaji dari dulu, namun cara penyampaiannya disesuaikan dengan zamannya.
    Mohon ke depannya, semua pihak lebih berhati-hati sebelum menuduh muslim lain dengan istilah SESAT. Kepada Allah SWT semuanya dikembalikan.. semuanya dalam genggaman-NYA..termasuk ilmu yang ketahui manusia..alangkah indahnya andai kita saling menasehati dengan baik, bukan dengan memvonis dan memprovokasi.. Islam adalah rahmat bagi seluruh alam…
    Allah menggambarkan betapa kecil kita di hadapan ilmu Allah:
    “Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula).”
    (QS. Al Kahfi 18:109)
    “Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan lautan (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh lautan (lagi) setelah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habis-nya (dituliskan) kalimat-kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana”
    (QS.Luqman 31:27)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.