<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Voice of Alumni ESQ</title>
	<atom:link href="http://voaesq.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://voaesq.wordpress.com</link>
	<description>Mendukung ESQ Untuk Perbaikan Moral Bangsa dan Ummat</description>
	<lastBuildDate>Sat, 18 Sep 2010 04:40:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='voaesq.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Voice of Alumni ESQ</title>
		<link>http://voaesq.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://voaesq.wordpress.com/osd.xml" title="Voice of Alumni ESQ" />
	<atom:link rel='hub' href='http://voaesq.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Akhirnya Amin Djamaluddin dan Bernard Abdul Jabbar Mengakui Belum Ikut Training ESQ</title>
		<link>http://voaesq.wordpress.com/2010/08/09/akhirnya-amin-djamaluddin-dan-bernard-abdul-jabbar-mengakui-belum-ikut/</link>
		<comments>http://voaesq.wordpress.com/2010/08/09/akhirnya-amin-djamaluddin-dan-bernard-abdul-jabbar-mengakui-belum-ikut/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Aug 2010 12:14:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>voesq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pembelaan Alumni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://voaesq.wordpress.com/?p=366</guid>
		<description><![CDATA[Malam ahad, 7 Agustus, akhirnya sebuah titik terang saya dapatkan seputar penyimpangan ESQ yang belakangan ramai diperbincangkan. Itu saya peroleh setelah Sabtu malam, 7 Agustus, menyempatkan diri datang ke masjid Islamic Center, Bekasi, mengikuti acara bertajuk Semalam Bersama Dewan Dakwah: BahasTuntas Penyimpangan ESQ. Selama ini saya hanya membaca berita di internetterkait penyimpangan ESQ. Sepanjang yang&#160;&#8230; <a href="http://voaesq.wordpress.com/2010/08/09/akhirnya-amin-djamaluddin-dan-bernard-abdul-jabbar-mengakui-belum-ikut/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=voaesq.wordpress.com&amp;blog=15027922&amp;post=366&amp;subd=voaesq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Malam ahad, 7 Agustus, akhirnya sebuah titik terang saya dapatkan seputar<br />
penyimpangan ESQ yang belakangan ramai diperbincangkan. Itu saya peroleh setelah Sabtu malam, 7 Agustus, menyempatkan diri datang ke masjid Islamic Center, Bekasi, mengikuti acara bertajuk Semalam Bersama Dewan Dakwah: BahasTuntas Penyimpangan ESQ. Selama ini saya hanya membaca berita di internetterkait penyimpangan ESQ. Sepanjang yang saya amati, beragam alasan segelintir ulama yang menyesatkan ESQ, terkesan dangkal dan sangat<br />
menyederhanakan masalah. Dan acara malam itu menguak secara jelas mengapa itu bisa terjadi.</p>
<p>Acara dimoderatori oleh Ustadz Ahmad Salimin Dani, ketua Dewan Dakwah<br />
Islamiyah Indonesia Bekasi. Dua orang nara sumber yang selama ini &#8220;militan&#8221;<br />
mengampanyekan ESQ sesat adalah Amin Djamaluddin dan Bernard Abdul Jabbar.</p>
<p>Dalam hati saya bertanya-tanya: mengapa tak ada satupun nara sumber dari<br />
pihak ESQ? Bukankah sang moderator mengatakan acara ini dimaksudkan untuk mencari kebenaran? Kalau tak ada satupun orang ESQ, saya sangat ragu<br />
kebenaran tersebut akan diperoleh. Kalaupun kebenaran terkuak, hanya<br />
berdasarkan informasi sepihak, dan ini jelas bukan sebuah kebenaran.</p>
<p>Beruntung, ternyata ada beberapa orang ESQ yang hadir. Saya tak tahu persis<br />
apakah mereka diundang  oleh panitia atau tidak. Tapi, sejauh yang saya<br />
amati, tampaknya mereka tak diundang. Tentu saja menjadi sebuah tanda tanya besar mengapa panitia tak mengundang ESQ.</p>
<p>Dari awal, acara ini terkesan sekali sebagai pengadilan terhadap ESQ.<br />
Peserta, tanpa disadari sengaja digiring opininya untuk memiliki pemikiran<br />
bahwa ESQ itu betul-betul sesat. Amin Djamaluddin mengawali pembahasannya dengan mengkritisi buku metode menghapal asmaul husna. Kemudian tiba-tiba dia berbicara tentang pengalamannya meneliti ajaran Abdullah Mushadeq dan Lia Aminudin. Sebagai peserta yang kritis saya melihat ini adalah upaya untuk menyamakan Ary Ginanjar dengan Mushadeq dan Lia Aminudin. Dan saya sangat yakin, persepsi semacam itulah yang terbangun di benak peserta.</p>
<p>Alhamdulillah, saya tak termasuk peserta yang tak bisa diracuni dengan<br />
penggiringan opini semacam itu. Apalagi setelah mendengar penjelasan<br />
langsung dari pihak ESQ yang diwakili oleh Direktur PR-nya, Hasanuddin<br />
Thoyieb.</p>
<p>Acara terus berlanjut dan mulai panas. Amin Djamaluddin terus menguliti buku ESQ. Orang ESQ yang hadir tentu saja tergerak suara hatinya untuk<br />
menyampaikan kebenaran. Mereka pun memberikan sanggahan dan bantahan. Tapi sayang, karena acara ini sangat terkesan dirancang untuk mengadili ESQ, maka waktu yang diberikan oleh moderator pun sangat singkat. Beberapa kali sang moderator mengatakan ,&#8221;Cukup.cukup.waktunya habis,&#8221; ketika pihak ESQ menyampaikan bantahannya.</p>
<p>Setali tiga uang dengan Amin Djamaluddin, pembicara kedua pun tak kalah<br />
semangatnya mengatakan ESQ menyimpang. Namanya Ustadz Bernard Abdul Jabbar. Ia dengan yakinnya mengatakan bahwa ajaran ESQ sama dengan konsep Nasrani, Hindu dan lainnya. Alasannya sangat dangkal, cetek. Ia hanya mencomot dari buku ESQ di sana-sini.</p>
<p>Menjelang akhir acara, sebuah titik terang akhirnya saya peroleh ketika<br />
Legisan Sugimin memberikan sanggahan setiap item yang dipersoalkan oleh<br />
kedua nara sumber, dengan cara yang cerdas, jernih, santun, dan sistematis.</p>
<p>&#8220;Saya tak satu dua hari mempelajari Islam,&#8221; kata dia. Sebuah pertanyaan<br />
sangat bagus dilontarkan Legisan, yang lulusan Islamic Thought dari sebuah<br />
perguruan tinggi Islam di Tanah Air itu.</p>
<p>&#8220;Apakah bapak Amin dan Bernard telah mengikuti training ESQ?&#8221;</p>
<p>Saya pun terkejut mendengar jawaban keduanya. &#8220;Belum,&#8221; kata mereka.</p>
<p>Luar biasa. Hanya berdasarkan buku dan itu pun sudah dikoreksi oleh Ary<br />
Ginanjar, kedua pembicara dengan beraninya mengampanyekan penyimpangan ESQ.<br />
Saya hanya geleng-geleng kepala. Saya tak membayangkan bagaimana jika acara itu tak dihadiri oleh pihak ESQ. Yang terjadi adalah penyesatan opini. Yang terjadi adalah fitnah luar biasa.</p>
<p>Saya jadi teringat sebuah kisah. Konon, ada seorang lelaki buta yang diminta<br />
untuk mendeskripsikan bentuk gajah. Lelaki tersebut kemudian didekatkan ke<br />
seekor gajah yang telah jinak. Mulailah ia meraba-raba tubuh gajah untuk<br />
mendapatkan gambaran bentuk dan rupanya. Bagian tubuh yang pertama ia pegang adalah ekornya. Ia elus-elus ekor si gajah. Ia raba dengan perlahan hingga ujung ekornya. Setelah itu, ia pun berhenti. Gajah itu ia tinggalkan karena merasa sudah mendapatkan jawaban bagaimana bentuk dan rupa si gajah.</p>
<p>Lelaki buta itu lalu ditanya. &#8220;Apakah engkau sudah mengetahui bentuk gajah?&#8221;</p>
<p>&#8220;Ya,&#8221; jawab lelaki buta itu.</p>
<p>&#8220;Bagaimana bentuknya?&#8221;</p>
<p>&#8220;Ternyata gajah itu bentuknya panjang dan bulat, seperti bambu,&#8221; jawabnya<br />
dengan penuh keyakinan.</p>
<p>Tahukah anda, jika inilah yang terjadi pada mereka yang mengatakan ESQ<br />
sesat. Mereka belum ikut training ESQ, tapi berani menarik kesimpulan. Yang<br />
terjadi kemudian adalah melihat ESQ secara tak utuh; sepotong-sepotong. Dan itulah yang kini terjadi.</p>
<p>Wallahu a&#8217;lam bishshowab.</p>
<p>(Akbar Maulana)</p>
<p><a href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fvoaesq.wordpress.com%2F2010%2F08%2F09%2Fakhirnya-amin-djamaluddin-dan-bernard-abdul-jabbar-mengakui-belum-ikut%2F&amp;linkname=Akhirnya%20Amin%20Djamaluddin%20dan%20Bernard%20Abdul%20Jabbar%20Mengakui%20Belum%20Ikut%20Training%20ESQ"><img src="http://static.addtoany.com/buttons/share_save_256_24.png" alt="Share" /></a></p>
<br />Filed under: <a href='http://voaesq.wordpress.com/category/pembelaan-alumni/'>Pembelaan Alumni</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/voaesq.wordpress.com/366/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/voaesq.wordpress.com/366/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/voaesq.wordpress.com/366/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/voaesq.wordpress.com/366/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/voaesq.wordpress.com/366/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/voaesq.wordpress.com/366/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/voaesq.wordpress.com/366/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/voaesq.wordpress.com/366/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/voaesq.wordpress.com/366/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/voaesq.wordpress.com/366/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/voaesq.wordpress.com/366/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/voaesq.wordpress.com/366/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/voaesq.wordpress.com/366/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/voaesq.wordpress.com/366/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=voaesq.wordpress.com&amp;blog=15027922&amp;post=366&amp;subd=voaesq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://voaesq.wordpress.com/2010/08/09/akhirnya-amin-djamaluddin-dan-bernard-abdul-jabbar-mengakui-belum-ikut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>27</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://voaesq.files.wordpress.com/2010/08/isb.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://voaesq.files.wordpress.com/2010/08/isb.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">isb</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/180fa4010b7b68fed4cbc2e3bde94aa5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">voesq</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://static.addtoany.com/buttons/share_save_256_24.png" medium="image">
			<media:title type="html">Share</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nasihat Alumnus ESQ untuk Segelintir Ulama yang Menyesatkan ESQ</title>
		<link>http://voaesq.wordpress.com/2010/08/09/nasihat-alumnus-esq-untuk-segelintir-ulama-yang-menyesatkan-esq/</link>
		<comments>http://voaesq.wordpress.com/2010/08/09/nasihat-alumnus-esq-untuk-segelintir-ulama-yang-menyesatkan-esq/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Aug 2010 12:08:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>voesq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pembelaan Alumni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://voaesq.wordpress.com/?p=364</guid>
		<description><![CDATA[Sungguh tak habis pikir apa yang ada di kepala segelintir ulama yang mengatakan ESQ sesat. Begitu mudahnya mereka memberikan hujjah. Begitu gampangnya mereka memberikan fatwa. Begitu serampangannya mereka memvonis. Dan begitu dangkalnya alasan-alasan yang mereka sampaikan. Mereka tak pernahberpikir apa dampak yang akan terjadi dan kelak mereka akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang mereka ucapkan.&#160;&#8230; <a href="http://voaesq.wordpress.com/2010/08/09/nasihat-alumnus-esq-untuk-segelintir-ulama-yang-menyesatkan-esq/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=voaesq.wordpress.com&amp;blog=15027922&amp;post=364&amp;subd=voaesq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sungguh tak habis pikir apa yang ada di kepala segelintir ulama yang<br />
mengatakan ESQ sesat. Begitu mudahnya mereka memberikan hujjah. Begitu<br />
gampangnya mereka memberikan fatwa. Begitu serampangannya mereka memvonis.<br />
Dan begitu dangkalnya alasan-alasan yang mereka sampaikan. Mereka tak pernahberpikir apa dampak yang akan terjadi dan kelak mereka akan dimintai<br />
pertanggungjawaban atas apa yang mereka ucapkan.</p>
<p>Ketika menyatakan ESQ sesat, tak pernahkah terpikir dibenak mereka jika umat akan menyamakan ESQ dengan Ahmadiyah, komunitasnya Lia Aminudin dan jamaahnya Mushadeq yang mengaku sebagai nabi baru. Ya, itulah persepsi yang pertama kali terbangun saat umat mendengar bahwa ESQ sesat. Sebuah persepsi yang tak bisa dihindarkan akibat dari kecerobohan segelintir ulama yang dengan mudahnya mengatakan ESQ sesat.</p>
<p>Teramat banyak keanehan dibalik fatwa sesat ESQ. Majelis Ulama Indonesia<br />
(MUI), sebagai lembaga yang memiliki otoritas mengeluarkan fatwa, memberikan 10 kriteria aliran sesat, yakni:</p>
<p>Tak ada satupun dari semua kriteria itu yang pas untuk ESQ.  ESQ bukan<br />
Ahmadiyah; ESQ bukan Lia Aminudin, dan ESQ bukan pula Mushadeq yang<br />
jelas-jelas mengajarkan kesesatan.</p>
<p>1)      Apakah ESQ mengajarkan kita untuk menyembah selain Allah? Sepanjang<br />
saya mengikuti training ESQ dan membaca bukunya, tak ada satu pun materi dan<br />
kalimat dari Ary Ginanjar yang mengajak kita untuk menyekutukan Allah.<br />
Justru sebaliknya, ia meminta kita untuk percaya kepada Allah. Itulah materi<br />
Star Principle.  Kita harus bekerja karena Allah dan ingatlah selalu Allah:<br />
dimana dan kapanpun.</p>
<p>2)      Apakah ESQ memiliki kitab suci seperti Ahmadiyah dengan tazkirahnya?<br />
Tak ada. Yang ada justru ESQ meminta kita untuk hidup berlandaskan Al-Qur&#8217;an Sunnah. Lihat saja, betapa banyaknya ayat-ayat al-Qur&#8217;an dan hadits yang dijadikan rujukan Ary Ginanjar, sebagai pondasi dan ruh ESQ Model yang fenomenal itu. Simak saja materi Learning Principle. Kita diminta untuk<br />
meyakini Al-Qur&#8217;an karena merupakan pedoman bagi kehidupan manusia.</p>
<p>3)      Apakah Ary Ginanjar mengaku sebagai nabi baru seperti Ahmad<br />
Mushadeq? Tak pernah. Justru ia meminta kita untuk meneladani Nabi Muhammad saw seperti yang terdapat dalam materi Leadership Principle. Jika anda telah mengikuti training ESQ, pasti akan menangis mendengar pemaparan dan melihat tayangan perjuangan Rasulullah saw saat materi Leadership Principle.</p>
<p>4)       Apakah ESQ mengajarkan kita untuk tidak mempercayai Hari Kiamat?<br />
Tidak sama sekali. Ary Ginanjar malah mengajak kita untuk meyakini Hari<br />
Akhir seperti yang termaktub dalam materi Vision Principle.</p>
<p>5)      Apakah ESQ menyuruh kita untuk tak meyakini Qadha dan Qadar? Tak<br />
sedikitpun. Dalam materi Well Organized Principle, Ary Ginanjar meminta kita mempercayai ketentuan dan ketetapan Allah dengan bahasa yang mudah dicerna.</p>
<p>6)      Apakah ESQ mengajak kita untuk tidak melaksanakan 5 rukun Islam:<br />
Syahadat, Sholat, Puasa, Zakat, Haji? Tidak!!! Justru Ary Ginanjar melalui<br />
ilmu ESQ 165 nya mengajak kita untuk beribadah dengan benar. Dan betapa<br />
banyak peserta yang tadinya tidak sholat, berkat izin Allah, mereka menjadi<br />
rajin sholat. Betapa banyak yang tidak berpuasa, berkat izin Allah melalui<br />
ESQ, mereka menjadi berpuasa. Tak cuma shlat dan puasa secara ritual, namun<br />
memaknai setiap gerakan dan tujuannya. Kunjungi saja situs<br />
<a href="http://www.esqmagazine.com">www.esqmagazine.com</a>. Disana, kita akan menemukan banyak kisah nyata seputar ini.</p>
<p>7)      Apakah Ary Ginanjar membuat tafsir baru Al-Qur&#8217;an? Sama sekali<br />
tidak. Ia mempunyai guru, almarhum Habib Adnan, seorang hafidz yang tawadhu, mantan ketua MUI Bali. Kalaupun ada penafsiran yang selama ini dikritisi oleh segelintir ulama, itu tak banyak. Dan Ary Ginanjar sendiri sudah<br />
mengklarifikasi hal tersebut. Jangan samakan Ary Ginanjar dengan JIL, yang<br />
menafsirkan al-Qur&#8217;an seenaknya dewe. Antara Ary Ginanjar dan JIL bagaikan langit dan bumi. Seperti minyak dan air.</p>
<p>Jelas sudah, ESQ SAMA SEKALI TIDAK SESAT!!! &#8220;Militannya&#8221; segelintir ulama<br />
yang menyesatkan ESQ, sama sekali tak beralasan. MUI saja tak menyatakan<br />
sesat, tapi kok ini, beberapa ulama dengan beraninya mengatakan ESQ sesat.<br />
Ketua MUI H Amidhan sendiri berujar,&#8221; Tidak ada persoalan dengan ESQ.&#8221;</p>
<p>Kalaupun ada salah satu anggotanya, yakni H Amin Djamaluddin yang menyebut ESQ sesat, MUI telah meminta keterangan langsung darinya.</p>
<p>&#8220;Kami sudah meminta keterangan dari H Amin Djamaluddin dan akhirnya<br />
diketahui bahwa Amin hanya meminta halaman tentang Asmaul Husna dalam buku ESQ, dikoreksi,&#8221; kata Amidhan.  Karena itu, ia melanjutkan,&#8221; Tak ada<br />
persoalan dengan ESQ karena hanya sedikit kalimat yang dikoreksi. Yang lain<br />
tak ada persoalan.&#8221; (antaranews)</p>
<p>Tak cuma MUI, dua ormas keagamaan terbesar di negeri ini: NU dan<br />
Muhammadiyah juga mendukung ESQ. &#8220;Tak ada yang menyimpang dari ESQ,&#8221; kata Ketua Umum PBNU Said Agil Siradj.  Ia melanjutkan,&#8221; Kita harus bangga bahwa ada seorang anak bangsa seperti Pak Ary yang kreatif menggunakan metode ajarannya sehingga dapat diterima luas di seluruh dunia.&#8221; (warta kota)</p>
<p>Apa kata Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Din Syamsuddin? &#8220;Tuduhan yang dialamatkan kepada ESQ sangat disayangkan,&#8221; ujarnya. Fatwa sesat ESQ, kata dia,&#8221;Salah persepsi dan salah pengertian.&#8221;</p>
<p>Sayangnya, segala bentuk dukungan, segala macam klarifikasi dan segala upay ESQ untuk menjelaskan duduk persoalannya, sama sekali tak membuat segelintir ulama yang menyesatkan ESQ itu, menarik fatwanya. Sebaliknya, mereka kian semangat untuk terus mengkampanyekan kesesatan ESQ.  Mereka mengadakan acara di berbagai tempat agar masyarakat terpengaruh oleh mereka.</p>
<p>Jika sudah begini, menjadi mudah bagi kita untuk menilai: mana ulama yang<br />
memang berjuang untuk kemaslahatan umat dan mana yang berjuang hanya untuk ego individu dan kelompoknya. Mana ulama yang berbicara dengan pertimbangan matang dan mana ulama yang asal bicara, hanya berdasarkan persepsi dan asumsi. Anda pasti sudah tahu jawabannya! Wallahua&#8217;lam bishshowab.</p>
<p>(Akbar Maulana)</p>
<p><a href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fvoaesq.wordpress.com%2F2010%2F08%2F09%2Fnasihat-alumnus-esq-untuk-segelintir-ulama-yang-menyesatkan-esq%2F&amp;linkname=Nasihat%20Alumnus%20ESQ%20untuk%20Segelintir%20Ulama%20yang%20Menyesatkan%20ESQ"><img src="http://static.addtoany.com/buttons/share_save_256_24.png" alt="Share" /></a></p>
<br />Filed under: <a href='http://voaesq.wordpress.com/category/pembelaan-alumni/'>Pembelaan Alumni</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/voaesq.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/voaesq.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/voaesq.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/voaesq.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/voaesq.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/voaesq.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/voaesq.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/voaesq.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/voaesq.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/voaesq.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/voaesq.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/voaesq.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/voaesq.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/voaesq.wordpress.com/364/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=voaesq.wordpress.com&amp;blog=15027922&amp;post=364&amp;subd=voaesq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://voaesq.wordpress.com/2010/08/09/nasihat-alumnus-esq-untuk-segelintir-ulama-yang-menyesatkan-esq/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://voaesq.files.wordpress.com/2010/08/harkitnas.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://voaesq.files.wordpress.com/2010/08/harkitnas.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">harkitnas</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/180fa4010b7b68fed4cbc2e3bde94aa5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">voesq</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://static.addtoany.com/buttons/share_save_256_24.png" medium="image">
			<media:title type="html">Share</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penggenggam Kebenaran</title>
		<link>http://voaesq.wordpress.com/2010/08/07/penggenggam-kebenaran/</link>
		<comments>http://voaesq.wordpress.com/2010/08/07/penggenggam-kebenaran/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Aug 2010 12:43:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>voesq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sharing Alumni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://voaesq.wordpress.com/?p=352</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Ida S. Widayanti Suatu hari dalam kemacetan lalulintas seorang teman menceritakan pengalaman seorang penyelam saat menyusuri alam bawah laut yang sangat menakjubkan dan penuh misteri. Hal yang menurutnya sangat mencengangkan adalah fakta bahwa pulau-pulau kecil dengan luas puluhan atau ratusan meter persegi, penopang di bawahnya rata-rata hanya sebesar drum. Cerita itu membuat saya&#160;&#8230; <a href="http://voaesq.wordpress.com/2010/08/07/penggenggam-kebenaran/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=voaesq.wordpress.com&amp;blog=15027922&amp;post=352&amp;subd=voaesq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : <strong>Ida S. Widayanti</strong></p>
<p>Suatu hari dalam kemacetan lalulintas seorang teman menceritakan pengalaman seorang penyelam saat menyusuri alam bawah laut yang sangat menakjubkan dan penuh misteri. Hal yang menurutnya sangat mencengangkan adalah fakta bahwa pulau-pulau kecil dengan luas puluhan atau ratusan meter persegi, penopang di bawahnya rata-rata hanya sebesar drum.</p>
<p>Cerita itu membuat saya merenung dan menyadari betapa banyak hal yang tak terjamah dan tak tersentuh oleh kehidupan kita. Jangankan di bawah laut, bahkan dipermukaan bumi pun betapa terbatasnya apa yang kita ketahui. Apalagi yang di luar angkasa….amat sedikit orang yang pernah menjelajahinya.</p>
<p>Saya jadi teringat kata-kata kakak saya, dalam satu kesempatan ia mempertanyakan selama tinggal di Jakarta, berapa tempat yang sudah dikunjungi? Berapa banyak jalanan yang sudah ditapaki? Ok, mungkin Jakarta terlalu luas, kita persempit lagi. Misalnya di sebagian Jakarta saja, berapa banyak jalan yang sudah dilalui? Atau di lingkungan rumah, berapa banyak gang yang sudah dilalui? Kebanyakan dari kita paling hanya melalui jalan yang merupakan jalur perjalanan rumah dan kantor. Betapa kecilnya area yang kita lalui.</p>
<p>Saya tiba-tiba makin merasa kecil dan tak tahu apa-apa di bumi ini. Kita semua yang tinggal dunia, berapa banyak pengetahuan tentang dunia yang kita miliki? Tentu amatlah sedikit. Pantaskah kita sebagai makhluk kecil dan hina ini mengklaim sebagai pemegang kebenaran???</p>
<p>Kenyataan ini mengingatkan saya pada fenomena saat ini ketika banyak orang tiba-tiba latah mengatakan ESQ dan Ary Ginanjar sesat dan menyimpang. Banyak tulisan yang saya temui bertaburkan analisis dan dugaan yang, mohon maaf, jauh dari kenyataannya. Mereka tidak membaca buku secara utuh atau ikut trainingnya secara penuh, namun berteriak lantang tentang ini dan itu yang dianggapnya sesat.</p>
<p>Mereka seolah telah mempelajari semua ilmu, telah membaca semua buku, dan telah belajar pada semua alim ulama, telah mendalami kehidupan penulisnya dan paham latar belakang mengapa buku itu lahir. Saya juga yakin, yang menulis macam-macam dan menuduh hal-hal yang tak pantas tentang ESQ, hanya membaca bukunya sepintas lalu, bahkan mungkin itupun merujuk buku lama yang sudah banyak direvisi.</p>
<p>Bahkan seorang yang mengaku ustadz dalam semua seminar menuduh Ary Ginanjar membawa ajaran dan agama baru baru karena membaca tulisan di halaman persembahan yang berisi:</p>
<p>“Saya persembahkan secara khusus yang amat saya cintai dan kasihi anak-anakku….Semoga tulisan ini bisa menjadi buku pegangan hidupmu, sehingga pemikiran ini bisa terwariskan padamu. Saya yakin, inilah warisan yang paling berharga buatmu, hati, pemikiran, dan langkah yaitu sebuah pemikiran dan langkah berdasarkan Rukun Iman dan Rukun Islam, dan Ihsan.”</p>
<p>Menurut  orang tersebut, jelas bahwa Ary Ginanjar membawa ajaran dan agama baru yang bernama ESQ 165, dan pada anak-anaknya ia tidak mewariskan Quran dan Hadis, melainkan ajaran ESQ 165. Saya sungguh kaget mendengar logika Ustadz tersebut! Bukankah sangat jelas tertulis sebagai “sebuah pemikiran dan langkah berdasarkan Rukun Iman dan Rukun Islam, dan Ihsan” tidak ada yang salah dan tidak ada tersirat makna apapun bahwa Ary Ginanjar membawa ajaran baru seperti yang dituduhkan, karena yang disampaikan tak lain adalah Rukun Iman, Rukun Islam, dan Ihsan.</p>
<p>ESQ 165 hanya sebuah judul buku dan nama training yang ingin mengembalikan Rukun Islam, Rukun Iman, dan Ihsan ke dalam setiap jengkal kehidupan manusia dalam bidang SDM, manajemen, dan pembangunan karakter. Selama ini Al Quran hanya dihapal tapi jauh dari kehidupan pebisnis, perkantoran, industry, dan perusahaan-perusahaan. Lalu apakah ini layak dipandang sesat? Sedangkan banyak orang Islam mengikuti training SDM semacam Seven Habits yang jelas-jelas bersumberkan pada ajaran Kristen Mormon tidak dianggap sesat.</p>
<p>Membaca buku hanya setengah atau bahkan sepenggal, sangat berpeluang menimbulkan salah persepsi. Jangankan membaca buku -ciptaan manusia yang sangat memungkinkan mengandung kesalahan- membaca Al Quran pun yang sudah jelas dijamin kesucian dan kebenarannya pun, jika hanya sepotong-sepotong bisa berpeluang menyimpang. Bacalah Surat Al Maun hanya ayat 4, “Maka Celakalah orang yang shalat.” Tentu akan menimbulkan kesalahan.</p>
<p>Saya kira semua orang punya keterbatasan, tak ada yang menulis buku sedemikian sempurna sampai tak ada cacat sedikitpun di dalamnya. Tak perlu menghujat yang membingungkan umat, beri masukan saja dan kritik membangun, dan yang paling penting janganlah merasa paling benar. KEBENARAN yang mutlak hanyalah milikNya. Manusia hanya mendekati kebenaran. Betapa sombongnya orang yang merasa dirinya paling benar, dan menuduh orang lain 100% salah.</p>
<p>Allah menggambarkan betapa kecil kita di hadapan ilmu Allah:</p>
<p>“Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula).&#8221;</p>
<p>(QS. Al Kahfi 18:109)</p>
<p>“Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan lautan (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh lautan (lagi) setelah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habis-nya (dituliskan) kalimat-kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana”</p>
<p>(QS.Luqman 31:27)</p>
<p>Masih pantaskah diri kita mengklaim sebagai pemegang kebenaran, dan menyalahkan yang lain?</p>
<p><a href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fvoaesq.wordpress.com%2F2010%2F08%2F07%2Fpenggenggam-kebenaran%2F&amp;linkname=Penggenggam%20Kebenaran"><img src="http://static.addtoany.com/buttons/share_save_256_24.png" alt="Share" /></a></p>
<br />Filed under: <a href='http://voaesq.wordpress.com/category/sharing-alumni/'>Sharing Alumni</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/voaesq.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/voaesq.wordpress.com/352/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/voaesq.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/voaesq.wordpress.com/352/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/voaesq.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/voaesq.wordpress.com/352/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/voaesq.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/voaesq.wordpress.com/352/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/voaesq.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/voaesq.wordpress.com/352/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/voaesq.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/voaesq.wordpress.com/352/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/voaesq.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/voaesq.wordpress.com/352/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=voaesq.wordpress.com&amp;blog=15027922&amp;post=352&amp;subd=voaesq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://voaesq.wordpress.com/2010/08/07/penggenggam-kebenaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://voaesq.files.wordpress.com/2010/08/pkb.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://voaesq.files.wordpress.com/2010/08/pkb.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">pkb</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/180fa4010b7b68fed4cbc2e3bde94aa5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">voesq</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://static.addtoany.com/buttons/share_save_256_24.png" medium="image">
			<media:title type="html">Share</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketulusan sebuah Misi</title>
		<link>http://voaesq.wordpress.com/2010/08/07/ketulusan-sebuah-misi/</link>
		<comments>http://voaesq.wordpress.com/2010/08/07/ketulusan-sebuah-misi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Aug 2010 12:42:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>voesq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sharing Alumni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://voaesq.wordpress.com/?p=350</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Muhlis Samsudin Assalamu’alaikum Wr Wb Membaca dan mengamati pemberitaan dan tuduhan terhadap ESQ serta guru kami Bapak Ary Ginanjar, membuat saya tergerak untuk menyampaikan apa yang saya alami sebagai seorang Trainer ESQ. Saya mengenal dan mendampingi Bapak Ary sudah hampir 10 tahun, sejak Agustus 2001. Bagi saya, beliau bukan hanya sekedar seorang guru tapi&#160;&#8230; <a href="http://voaesq.wordpress.com/2010/08/07/ketulusan-sebuah-misi/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=voaesq.wordpress.com&amp;blog=15027922&amp;post=350&amp;subd=voaesq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Muhlis Samsudin</p>
<p>Assalamu’alaikum Wr Wb</p>
<p>Membaca dan mengamati pemberitaan dan tuduhan terhadap ESQ serta guru kami Bapak Ary Ginanjar, membuat saya tergerak untuk menyampaikan apa yang saya alami sebagai seorang Trainer ESQ. Saya mengenal dan mendampingi Bapak Ary sudah hampir 10 tahun, sejak Agustus 2001. Bagi saya, beliau bukan hanya sekedar seorang guru tapi juga sosok pemimpin serta sahabat. Saya menghormati dan menyayangi Bapak Ary karena Allah serta visi dan misi mulia yang beliau perjuangkan.</p>
<p>Sepanjang interaksi saya dengan beliau, Bapak Ary telah menanamkan dalam jiwa saya, bahwa tujuan hidup ini hanya untuk Allah SWT dan membela perjuangan nabi Muhammad SAW. Training ESQ hanyalah sebuah metode untuk menyampaikan nilai-nilai rukun Islam, rukun Iman dan Ihsan kepada masyarakat Indonesia serta dunia. Namun, agar dapat  menyampaikan ilmu 165 dengan hati, beliau selalu mengingatkan kepada saya agar mencintai Allah SWT dan Rasulullah SAW,  rajin sholat tahajjud serta membaca Al Quran dan Hadits setiap hari. Disamping itu, semangat belajar dan menuntut ilmu pun dicontohkannya kepada saya serta kader-kader lainnya.</p>
<p>Dari segi kepemimpinan beliau adalah sosok pemimpin yang tegas, penyayang, rendah hati, semangat dan pekerja keras. Beliau tidak hanya sekedar berbicara tetapi melakukannya dan memberikan contoh.</p>
<p>Di tahun 2008, tepatnya 5 Mei 2008, ketika itu saya dipercaya untuk membawa rombongan jamaah umroh (Pemkab Kaloka,Sulawesi Tenggara) ke tanah suci dan saat itu bertepatan dengan kunjungan Bapak Ary ke beberapa negara di Timur Tengah. Disela perjalanan tersebut, beliau menyempatkan untuk melaksanakan ibadah umroh bersama beberapa alumni ESQ. Dini hari, selesai sholat shubuh di Masjidil Haram, tanpa sengaja saya bertemu Pak Ary dan bebarapa orang alumni ESQ sedang duduk persis  di depan pintu multazam. Saya pun ikut bergabung dan mendengarkan tauziah beliau yang ditutup dengan doa.</p>
<p>Saya dan beberapa orang alumni saat itu menangis terharu mendengar doa Pak Ary tentang janjinya kepada Allah SWT serta Rasulullah SAW. Janji itu adalah untuk mengajak orang kembali kepada Allah SWT, mencintai Rasulullah SAW dan menyebarkan nilai-nilai rukun Islam, rukun Iman dan Ihsan.</p>
<p>Banyak sekali hal-hal yang ingin saya sampaikan kepada saudara-saudara saya, agar bisa lebih berfikir arif dan bijaksana dengan hati yang bersih tanpa kepentingan apapun. Saya sebagai kader beliau, sangat sedih dan menyayangkan orang-orang yang belum mengenal Pak Ary lebih dekat tetapi kemudian menghakimi dan menghujatnya bahkan  melontarkan fitnah tanpa tabayyun lebih jauh. Lebih menyedihkan lagi, ada diantara orang-orang yang mencoba meracuni pikiran saudaranya dengan pernyataan-pernyataan melalui media, yang sadar atau tidak, diperkeruh oleh media itu sendiri.. Astagfirullahalladzim &#8230; semoga  Allah mengampuni kekhilafan hamba-hamba-Nya yang merasa benar padahal belum tentu di hadapan Allah SWT.  Saya baru bisa merasakan sekaligus faham tentang  firman Allah SWT (&#8230;dan fitnah itu lebih besar bahanya dari pembunuhan&#8230;. QS.Al Baqara:191). Saya mohon ampun kepada Allah dan mohon maaf apabila ada hal-hal yang kurang berkenan, karena hanya Allah yang Maha Sempurna.</p>
<p>Wassalamu’alaikum Wr.Wb.<br />
<strong><br />
Muhlis Samsuddin<br />
</strong></p>
<p><a href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fvoaesq.wordpress.com%2F2010%2F08%2F07%2Fketulusan-sebuah-misi%2F&amp;linkname=Ketulusan%20sebuah%20Misi"><img src="http://static.addtoany.com/buttons/share_save_256_24.png" alt="Share" /></a></p>
<br />Filed under: <a href='http://voaesq.wordpress.com/category/sharing-alumni/'>Sharing Alumni</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/voaesq.wordpress.com/350/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/voaesq.wordpress.com/350/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/voaesq.wordpress.com/350/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/voaesq.wordpress.com/350/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/voaesq.wordpress.com/350/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/voaesq.wordpress.com/350/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/voaesq.wordpress.com/350/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/voaesq.wordpress.com/350/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/voaesq.wordpress.com/350/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/voaesq.wordpress.com/350/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/voaesq.wordpress.com/350/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/voaesq.wordpress.com/350/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/voaesq.wordpress.com/350/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/voaesq.wordpress.com/350/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=voaesq.wordpress.com&amp;blog=15027922&amp;post=350&amp;subd=voaesq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://voaesq.wordpress.com/2010/08/07/ketulusan-sebuah-misi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://voaesq.files.wordpress.com/2010/08/rock.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://voaesq.files.wordpress.com/2010/08/rock.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">rock</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/180fa4010b7b68fed4cbc2e3bde94aa5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">voesq</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://static.addtoany.com/buttons/share_save_256_24.png" medium="image">
			<media:title type="html">Share</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kutemukan di ESQ</title>
		<link>http://voaesq.wordpress.com/2010/08/07/kutemukan-di-esq/</link>
		<comments>http://voaesq.wordpress.com/2010/08/07/kutemukan-di-esq/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Aug 2010 12:41:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>voesq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sharing Alumni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://voaesq.wordpress.com/?p=348</guid>
		<description><![CDATA[Kutemukan di ESQ Oleh : Samsul Rahman Assalamualaikum wrwb Semakin maraknya polemik mengenai ESQ belakangan ini membuat saya tergerak untuk menyuarakan apa yang saya alami dan saksikan sendiri mengenai kebenaran yang dibawa oleh Bapak Ary Ginanjar, sebagai guru yang saya hormati serta ESQ sebagai gerakan membumikan Ihsan, Iman dan Islam. Untuk itu, dengan penuh ketulusan&#160;&#8230; <a href="http://voaesq.wordpress.com/2010/08/07/kutemukan-di-esq/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=voaesq.wordpress.com&amp;blog=15027922&amp;post=348&amp;subd=voaesq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kutemukan di ESQ</p>
<p>Oleh : Samsul Rahman</p>
<p>Assalamualaikum wrwb</p>
<p>Semakin maraknya polemik mengenai ESQ belakangan ini membuat saya tergerak untuk menyuarakan apa yang saya alami dan saksikan sendiri mengenai kebenaran yang dibawa oleh Bapak Ary Ginanjar, sebagai guru yang saya hormati serta ESQ sebagai gerakan membumikan Ihsan, Iman dan Islam. Untuk itu, dengan penuh ketulusan dan kasih sayang, saya ingin berbagi, semoga apa yang datang dari hati akan kembali ke hati.</p>
<p>Setelah melalui pendidikan panjang sejak Madrasah hingga S2 di bidang komunikasi dakwah Islam akhirnya ESQ training membuka mata hati saya dan menjawab pencarian metode dakwah yang di perlukan ummat saat ini.</p>
<p>Bukan bermaksud riya, namun sejak kecil saya sudah dididik dan dibesarkan dalam lingkungan yang sangat dekat dan lekat dengan agama. Hal tersebut akhirnya menumbuhkan kecintaan dan kesenangan dalam diri saya terhadap setiap hal yang “berbau” agama.  Sekolah Dasar saya lalui di madrasah dan kemudian dilanjutkan pendidikan di pesantren selama 6 tahun. Itulah yang menjadi dasar pemahaman saya akan Islam. Tak hanya berhenti sampai disitu, saya masih melanjutkan pendidikan S1 dan S2 di bidang komunikasi dakwah islam. Pada saat saya lulus kuliah rasanya saya memiliki kepercayaan diri yang kuat untuk terjun ke masyarakat. Ditambah lagi dengan bekal saya dalam mengkaji kitab-kitab klasik dari satu guru ke guru yang lain, salah satu diantaranya adalah Alm. Mualim Syafii Hadzami.</p>
<p>Suatu hari, saya diajak untuk mengikuti training ESQ dan Subhanallah, Alhamdulillah … saya terpana dengan isi serta metodologinya sangat luar biasa sehingga membuat saya bangga menjadi seorang aktivis dakwah. Ternyata apa yang saya cari selama perjalanan pendidikan saya hingga ke S2 saya temukan di dalam training ESQ, sebuah metode dakwah yang mampu menggetarkan dan menumbuhkan kecintaan kepada Allah SWT, Nabi Muhammad SAW serta Al Qur’an.</p>
<p>Bertahun-tahun saya belajar mengenai makna bahwa Allah SWT itu dekat bahkan lebih dekat dari urat nadi namun saya baru benar-benar memahaminya di dalam training ESQ. Saat itu saya berdo’a di dalam hati kepada Allah SWT agar diberikan kesempatan untuk memiliki ilmu dan metode dakwah ini. Akhirnya, di tahun 2003 saya memutuskan untuk bergabung dengan ESQ sebagai seorang trainer.</p>
<p>Saat tulisan ini saya buat, sudah 7 tahun saya menjadi seorang Trainer di ESQ, dibawah bimbingan guru kami Bapak Ary Ginanjar. Hari demi hari yang saya lalui hanya membuat saya semakin yakin bahwa inilah cara memperkenalkan islam sebagai jalan hidup terbaik, yang sudah dinantikan oleh umat dan sesuai dengan jamannya. ESQ menjawab semua cita-cita saya semasa kecil dahulu walaupun saat ini saya bukan seorang ustadz ataupun kyai. Namun, bergabung di ESQ telah membuat saya bahagia lahir dan batin karena dalam setiap training saya telah mengajak orang untuk kembali kenal dan cinta kepada Allah SWT serta Rasulullah. Dan saya menjadi saksi bahwa tidak ada kesesatan atau hal-hal lain seperti yang dituduhkan, di dalam training ESQ.</p>
<p>Al fakir  &#8211; Samsul Rahman</p>
<p>Wassalam</p>
<p><a href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fvoaesq.wordpress.com%2F2010%2F08%2F07%2Fkutemukan-di-esq%2F&amp;linkname=Kutemukan%20di%20ESQ"><img src="http://static.addtoany.com/buttons/share_save_256_24.png" alt="Share" /></a></p>
<br />Filed under: <a href='http://voaesq.wordpress.com/category/sharing-alumni/'>Sharing Alumni</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/voaesq.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/voaesq.wordpress.com/348/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/voaesq.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/voaesq.wordpress.com/348/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/voaesq.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/voaesq.wordpress.com/348/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/voaesq.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/voaesq.wordpress.com/348/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/voaesq.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/voaesq.wordpress.com/348/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/voaesq.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/voaesq.wordpress.com/348/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/voaesq.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/voaesq.wordpress.com/348/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=voaesq.wordpress.com&amp;blog=15027922&amp;post=348&amp;subd=voaesq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://voaesq.wordpress.com/2010/08/07/kutemukan-di-esq/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/180fa4010b7b68fed4cbc2e3bde94aa5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">voesq</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://static.addtoany.com/buttons/share_save_256_24.png" medium="image">
			<media:title type="html">Share</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kesaksian Kami di ESQ-165 (1)</title>
		<link>http://voaesq.wordpress.com/2010/08/06/kesaksian-kami-di-esq-165-1/</link>
		<comments>http://voaesq.wordpress.com/2010/08/06/kesaksian-kami-di-esq-165-1/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Aug 2010 03:25:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>voesq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sharing Alumni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://voaesq.wordpress.com/?p=325</guid>
		<description><![CDATA[Menanggapi berbagai pertanyaan, keraguan dan pandangan yang berkembang di masyarakat mengenai ESQ-165, ingin sekali rasanya kami berbagi, bagaimana perasaan dan pengalaman kami di dalam ESQ, dengan penuh keyakinan, ketulusan dan seraya mengharap Rahmat dan Kasih Sayang Allah Saya adalah seorang peminat Pemikiran dan Filsafat, yang membuat saya sangat bersemangat untuk mengikuti training yg langsung dipimpin&#160;&#8230; <a href="http://voaesq.wordpress.com/2010/08/06/kesaksian-kami-di-esq-165-1/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=voaesq.wordpress.com&amp;blog=15027922&amp;post=325&amp;subd=voaesq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#333333;">Menanggapi berbagai pertanyaan, keraguan dan pandangan yang berkembang di masyarakat mengenai ESQ-165, ingin sekali rasanya kami berbagi, bagaimana perasaan dan pengalaman kami di dalam ESQ, dengan penuh keyakinan, ketulusan dan seraya mengharap Rahmat dan Kasih Sayang Allah</span></p>
<p><span style="color:#333333;">Saya adalah seorang peminat Pemikiran dan Filsafat, yang membuat saya sangat bersemangat untuk mengikuti training yg langsung dipimpin oleh Pak Ary Ginanjar, pada September 2002. Saat itu adalah titik penting dalam hidup saya, mengingat setelah menyelesaikan Master dalam bidang Islamic Thought di IAIN, saya merasa ada hal yang belum selesai dalam pencarian saya. Bahkan pikiran saya merasa dipenuhi dengan ketidakpastian. Saya tidak merasa mantap dalam beribadah –meskipun tetap menjalankannya. Saya tidak merasakan indahnya membaca Al Quran, tidak ada feel bila menyebut Nama Allah, bahkan setiap kali berdoa, pikiran saya dipenuhi keraguan akan adanya Tuhan yang akan menjawab doa saya. Apa yang saya pelajari 12 tahun semenjak Madrasah dan menjadi guru mengaji, belum membuat hati saya mantap. Ada relung yang kosong di dalam hati saya. Di sisi lain, Pemikiran dan Pendidikan Islam yang saya dalami, tidak mendorong transformasi untuk perubahan, baik itu di perusahaan ataupun lembaga-lembaga pemerintahan (pada saat itu saya bekerja di BUMN Perkebunan). Pendidikan Agama bahkan menjadi hanya urusan Ibadah pribadi dan doa-doa. Dalam keadaan seperti inilah saya menemukan ESQ dan bertemu Pak Ary.</span></p>
<p><span style="color:#333333;">Alhamdulillah dengan Pertolongan dan Rahmat Allah, setelah mengikuti training ESQ, saya merasakan mulai ada titik terang. Dan kemudian saya bertekad utk melihat lebih dekat lagi ke dalam ESQ. Lambat laun, setalah 7 tahun, setelah melihat ratusan training saya jalani, ribuan orang dapat mengubah hidupnya ke arah yg lebih baik, kini saya bisa menceritakan betapa banyaknya kebaikan yang sangat bermanfaat dan merubah hidup saya, keluarga saya dan orang-orang yang saya temui dalam berbagai kesempatan dan kalangan. Terlepas dari kekurangan dan ketidaksempurnaan, saya merasakan kemantapan dalam hidup saya, batin saya, dan merasakan hidup sebagai pengabdian kepada Allah, Tuhan saya. Tak ada keraguan sedikitpun di hati saya tentang Allah Rabbul ’Alamiin dan Nabi Muhammad Rasulullah.</span></p>
<p><span style="color:#333333;">Jadi apabila ada orang yang mempertanyakan Aqidah yang diajarkan ESQ, saya ingin sampaikan bahwa yang ada justru sebaliknya. Saya merasa kembali kepada Allah, orang-orang kembali kepada Allah. Dan apa yang saya saksikan adalah orang-orang menjadi lebih dekat dan mencintai Allah. Mereka bisa merasakan Keagungan dan Kebesaran Allah. Orang-orang berubah menjadi lebih baik, lebih sholeh, lebih rajin beribadah dan bekerja, lebih amanah dan bertanggungjawab. Orang-orang menjadi lebih bersemangat untuk Haji atau Umrah dan membayar Zakat. Tentu, semua itu bukan karena ESQ dan Trainingnya, tetapi Allah yang berkehendak memberikan Hidayah. Kami selalu mengajarkan bahwa itu bukan karena Trainer atau ESQ. Kami pun merasa tidak ingin pujian untuk itu, tidak ada kebanggaan untuk kebaikan ini, karena semua kebaikan adalah milik Allah. </span></p>
<p><span style="color:#333333;">Kami pun selalu mengulang-ulang membaca Firman Allah:<br />
Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk (Hidayah) kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk (Hidayah) kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk (QS. Al Qashah/28: 56).<br />
Oleh karena itu, jika ada yang mempertanyakan bahwa ada kultus individu di dalam ESQ, saya ingin sampaikan bahwa itu tidak benar. Saya menjadi saksi bahwa Pak Ary TIDAK ingin dikultuskan dan kami semua pun TIDAK mengkultuskannya. Bagi kami Pak Ary adalah guru sekaligus pemimpin. Sebagai guru, tentu kita harus menghormati dan menghargainya, seperti juga guru-guru (Cikgu) yang lain, tidak lebih.</span></p>
<p><strong>Legisan Sugimin Samtafsir</strong></p>
<p><a href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fvoaesq.wordpress.com%2F2010%2F08%2F06%2Fkesaksian-kami-di-esq-165-1%2F&amp;linkname=Kesaksian%20Kami%20di%20ESQ-165%20(1)"><img src="http://static.addtoany.com/buttons/share_save_256_24.png" alt="Share" /></a></p>
<br />Filed under: <a href='http://voaesq.wordpress.com/category/sharing-alumni/'>Sharing Alumni</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/voaesq.wordpress.com/325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/voaesq.wordpress.com/325/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/voaesq.wordpress.com/325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/voaesq.wordpress.com/325/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/voaesq.wordpress.com/325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/voaesq.wordpress.com/325/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/voaesq.wordpress.com/325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/voaesq.wordpress.com/325/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/voaesq.wordpress.com/325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/voaesq.wordpress.com/325/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/voaesq.wordpress.com/325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/voaesq.wordpress.com/325/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/voaesq.wordpress.com/325/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/voaesq.wordpress.com/325/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=voaesq.wordpress.com&amp;blog=15027922&amp;post=325&amp;subd=voaesq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://voaesq.wordpress.com/2010/08/06/kesaksian-kami-di-esq-165-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://voaesq.files.wordpress.com/2010/08/karir-di-esq11.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://voaesq.files.wordpress.com/2010/08/karir-di-esq11.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">karir-di-esq1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/180fa4010b7b68fed4cbc2e3bde94aa5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">voesq</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://static.addtoany.com/buttons/share_save_256_24.png" medium="image">
			<media:title type="html">Share</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Infotainment Haram! Situs Penebar Fitnah?</title>
		<link>http://voaesq.wordpress.com/2010/08/06/infotainment-haram-situs-penebar-fitnah/</link>
		<comments>http://voaesq.wordpress.com/2010/08/06/infotainment-haram-situs-penebar-fitnah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Aug 2010 02:02:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>voesq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pembelaan Alumni]]></category>
		<category><![CDATA[esq haram]]></category>
		<category><![CDATA[esq liberal]]></category>
		<category><![CDATA[esq menyesatkan]]></category>
		<category><![CDATA[esq sesat]]></category>
		<category><![CDATA[esqway165]]></category>
		<category><![CDATA[training esq]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://voaesq.wordpress.com/?p=286</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan infotainment haram baik bagi yang menayangkan maupun menonton. Fatwa tersebut disahkan dalam pleno Musyawarah Nasional (Munas) di Jakarta, Selasa (26/7). Dalam rumusan fatwa tersebut disebutkan bahwa upaya membuat berita menceritakan aib, kejelekan, gosip, dan hal-hal lain terkait pribadi kepada orang lain dan atau khalayak hukumnya haram. Begitu juga dengan&#160;&#8230; <a href="http://voaesq.wordpress.com/2010/08/06/infotainment-haram-situs-penebar-fitnah/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=voaesq.wordpress.com&amp;blog=15027922&amp;post=286&amp;subd=voaesq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhirnya Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan infotainment haram baik bagi yang menayangkan maupun menonton. Fatwa tersebut disahkan dalam pleno Musyawarah Nasional (Munas) di Jakarta, Selasa (26/7). Dalam rumusan fatwa tersebut disebutkan bahwa upaya membuat berita menceritakan aib, kejelekan, gosip, dan hal-hal lain terkait pribadi kepada orang lain dan atau khalayak hukumnya haram. Begitu juga dengan mengambil keuntungan dari berita yang berisi tentang aib dan gosip dinyatakan hukumnya haram oleh MUI.<br />
Ditanya wartawan, Ketua MUI Amidhan mengatakan, &#8220;Fatwa haram itu kita keluarkan menyangkut konten di infotainment. Apabila kontennya berisi gosip dalam bahasa agama gibah/fitnah yang menyangkut pribadi seseorang dan seseorang tersebut tidak senang diberitakan, itu hukumnya haram.&#8221;<br />
Jelaslah bagi kita bahwa dasar keluarnya fatwa MUI terhadap infotainment bukan pada acaranya melainkan pada konten/isi yang mengandung ghibah, fitnah, gossip yang menyangkut pribadi dan seseorang tersebut tidak senang diberitakan. Artinya apapun bentuk medianya apakah infotainment atau bukan jika sifatnya ghibah, gossip, atau fitnah maka hukumnya haram.<br />
Berkaitan dengan hal itu sebagai pemerhati konten situs-situs di internet, saya merasa sangat prihatin dengan keadaan saat ini berkaitan dengan pemberitaan buku dan Training ESQ (Emotional &amp; Spiritual Quotient) yang digagas oleh Ary Ginanjar. Sebagai seorang alumni ESQ yang sudah berkali-kali membaca buku dan mengikuti training ESQ saya tahu persis apa yang disampaikan di dalam buku maupun training, tidak ada sama sekali seperti yang dituduhkan.<br />
Rata-rata tulisan atau pendapat yang beredar di nbeberapa situs tersebut sepertinya tidak mendalami apa saja 10 dakwaan salah seorang Mufti di Malaysia tersebut. Mereka lalu ikut-ikutan menyalahkan ESQ, tanpa mempelajari bukunya dengan baik atau mengikuti trainingnya, sehingga isi tulisan kebanyakan fitnah, tanpa mengkonfirmasi pada yang bersangkutan.<br />
<strong>Hal yang menurut saya sudah menjurus pada fitnah:</strong><br />
1.	ESQ dianggap menghina Nabi dan merusak aqidah: dimana letak menghina Nabi dan merusak akidah? Hampir semua yang sudah pernah training ESQ merasakan kebesaran Allah dan bertambahnya kecintaan pada Nabi justru setelah mengikuti training ESQ</p>
<p>2.	 Menjadikan suara hati/logika sebagai sumber kebenaran. Yang mengatakan hal itu tidak pernah membaca secara utuh buku ESQ. Dalam buku maupun training secara jelas menyatakan bahwa Al Quran sebagai puncak kebenaran.</p>
<p>3.	ESQ bersumberkan pada ajaran Hindu, Budha, Injil, dan Yahudi, mana buktinya? Ini fitnah yang tidak berdasar, apa alasannaya?</p>
<p>4.	Ary Ginanjar dianggap mengakui kesalahannya yang berkaitan dengan tuduhan Mufti Wilayah Persekutuan. Ini jelas Fitnah karena meskipun Ary Ginanjar terbuka dengan berbagai kritikan dan masukan, namun bukan berarti membenarkan dakwaan Mufti Malaysia.</p>
<p>5.	ESQ menafsirkan makna kalimah syahadah dengan konsep kristiani dalam menjelaskan trinitas. Ini pun sebuah tuduhan tanpa dasar, bahkan terkesan dipaksakan.</p>
<p>Saking banyaknya, saya tak bisa menyebutkan satu persatu tentang fitnah yang beredar di berbagai situs-situs. Sungguh ironis fitnah dan tuduhan malah muncul di situs-situs berlabelkan Islam.</p>
<p>Jika kembali pada soal fatwa haram infotainment yang didasarkan pada kandungannya yang mengandung ghibah, fitnah, kejelekan, dimana yang bersangkutan tidak suka (saya yakin Ary Ginanjar tidak akan suka difitnah seperti itu) maka tergolong haram. Maka menurut saya situs-situs yang menebar fitmah pun harus dikategorikan haram. Kita harus berhati-hati terhadap situs-situs Islam yang isinya hanya menyebarkan ghibah, fitnah dan memecah belah umat Islam dengan berita-berita mereka. Bahkan mungkin kita harus curiga siapa dibalik situ-situs tersebut, yang sangat tendesius dalam menyerang saudara mereka sesama umat Islam.</p>
<p>Saya menghimbau pada MUI untuk mengeluarkan fatwa pada situs apapun yang isinya mengandung ghibah dan fitnah. Saya juga mengharapkan UU IT ditegakkan berkaitan dengan fitnah-fitnah yang merebak di situs-situs tidak bertanggung jawab.</p>
<p>Wahai umat Islam, sadarilah ada yang sedang tertawa dengan keadaan saat ini. Ingat banyak yang tidak suka jika Islam bangkit dan umat Islam menjadi kuat dan berkualitas. Ada yang sedang memanfaatkan situasi seperti ini, sesama umat Islam diadu domba dan dilemahkan. Energi dihabiskan untuk menghantam sesama umat Islam. Ingat masih banyak pekerjaan di depan mata untuk kemaslahatan umat. Janganlah umat malah dibingungkan karena tuduhan-tuduhan yang tidak bertanggung jawab. Jangan merasa paling benar, lalu menyesatkan yang lain.</p>
<p>“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS.Al Hujurat , 49:12)<br />
Bahkan, Nabi Muhammad SAW lebih mempertegasnya lagi dalam sabdanya<br />
”Tidak akan masuk surga orang yang menghambur-hamburkan fitnah (suka mengadu domba).”<br />
(HR Abu Dawud dan At-Thurmudzi).</p>
<p>Salam,</p>
<p><strong>Khanza Safitri</strong><a href="//static.addtoany.com/js/wordpress_com.js';s.type='text/javascript';void(document.getElementsByTagName('head')[0].appendChild(s));"></a></p>
<p><a href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fvoaesq.wordpress.com%2F2010%2F08%2F06%2Finfotainment-haram-situs-penebar-fitnah%2F&amp;linkname=Infotainment%20Haram!%20Situs%20Penebar%20Fitnah%3F"><img src="http://static.addtoany.com/buttons/share_save_256_24.png" alt="Share" /></a></p>
<br />Filed under: <a href='http://voaesq.wordpress.com/category/pembelaan-alumni/'>Pembelaan Alumni</a> Tagged: <a href='http://voaesq.wordpress.com/tag/esq-haram/'>esq haram</a>, <a href='http://voaesq.wordpress.com/tag/esq-liberal/'>esq liberal</a>, <a href='http://voaesq.wordpress.com/tag/esq-menyesatkan/'>esq menyesatkan</a>, <a href='http://voaesq.wordpress.com/tag/esq-sesat/'>esq sesat</a>, <a href='http://voaesq.wordpress.com/tag/esqway165/'>esqway165</a>, <a href='http://voaesq.wordpress.com/tag/training-esq/'>training esq</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/voaesq.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/voaesq.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/voaesq.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/voaesq.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/voaesq.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/voaesq.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/voaesq.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/voaesq.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/voaesq.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/voaesq.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/voaesq.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/voaesq.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/voaesq.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/voaesq.wordpress.com/286/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=voaesq.wordpress.com&amp;blog=15027922&amp;post=286&amp;subd=voaesq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://voaesq.wordpress.com/2010/08/06/infotainment-haram-situs-penebar-fitnah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://voaesq.files.wordpress.com/2010/08/1266360_13069836.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://voaesq.files.wordpress.com/2010/08/1266360_13069836.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">1266360_13069836</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/180fa4010b7b68fed4cbc2e3bde94aa5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">voesq</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://static.addtoany.com/buttons/share_save_256_24.png" medium="image">
			<media:title type="html">Share</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fatwa dan Pentingnya Tabayyun</title>
		<link>http://voaesq.wordpress.com/2010/08/05/fatwa-dan-pentingnya-tabayyun/</link>
		<comments>http://voaesq.wordpress.com/2010/08/05/fatwa-dan-pentingnya-tabayyun/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Aug 2010 03:53:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>voesq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pembelaan Alumni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://voaesq.wordpress.com/?p=64</guid>
		<description><![CDATA[Mengapa umat Islam masih banyak yang terbelakang? Salah satu jawabannya bisa disimak dalam kisah nyata berikut ini. Suatu hari saya berdiskusi dengan teman saya yang aktivis Islam dan berprofesi sebagai trainer. Saya ceritakan tentang kedahsyatan training ESQ kepadanya.  “Kalau ente belum ikut ESQ, apalagi sebagai trainer, sepertinya kurang afdhol,” kata saya. Apa jawaban teman saya&#160;&#8230; <a href="http://voaesq.wordpress.com/2010/08/05/fatwa-dan-pentingnya-tabayyun/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=voaesq.wordpress.com&amp;blog=15027922&amp;post=64&amp;subd=voaesq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mengapa umat Islam masih banyak yang terbelakang? Salah satu jawabannya bisa disimak dalam kisah nyata berikut ini. Suatu hari saya berdiskusi dengan teman saya yang aktivis Islam dan berprofesi sebagai trainer. Saya ceritakan tentang kedahsyatan training ESQ kepadanya.  “Kalau ente belum ikut ESQ, apalagi sebagai trainer, sepertinya kurang afdhol,” kata saya.</p>
<p>Apa jawaban teman saya itu? Sungguh mencengangkan. “Ane gak tertarik. Sepertinya masih bagusan metode training ane. Kata teman-teman yang sudah pada ikut, materi ESQ gak ada yang baru. Cuma menang di audio visual aja,” ujarnya.</p>
<p>Bayangkan, teman saya itu dengan beraninya menyimpulkan ESQ biasa-biasa saja tanpa pernah mengikuti trainingnya. Ia hanya menyandarkan informasi dari teman-temannya. Inilah penyakit kronis kita: mengambil kesimpulan tergesa-gesa yang disandarkan pada informasi yang sifatnya parsial atau sekunder. Hal semacam ini tak cuma menghasilkan kesimpulan yang parsial; tapi jauh lebih buruk dari itu: melahirkan ruang syak wasangka (persepsi) yang berujung pada terpecah belahnya tubuh umat.</p>
<p>Bukankah dalam sehari-hari kita kerap mendengar hal seperti ini? “Kelompok Islam itu anti tahlilan dan maulid.” Ada juga yang berkomentar,” Jangan sholat Subuh di masjid itu, soalnya pakai qunut.” Atau yang lainnya: ”Itu kelompok wahabi.”</p>
<p>Dan paling mutakhir adalah tentang keluarnya fatwa bahwa ESQ sesat. Sejak kasus itu bergulir, beragam komentar hilir mudik di media cetak maupun internet. Dan ironisnya, kebanyakan komentar tersebut hanya bersifat dugaan; hipotesis. Persis seperti proses dikeluarkannya fatwa ESQ sesat oleh salah seorang mufti Malaysia. Ternyata, sang mufti tak pernah ikut training ESQ dan tak menghadiri pertemuan antara Ary Ginanjar dan 13 mufti Malaysia lainnya.</p>
<p>Ini tentu saja problem serius. Bagaimana mungkin kita bisa mengambil kesimpulan utuh jika kita tak pernah mengikuti training ESQ dan berdialog dengan pendirinya? Islam mengajarkan kita untuk melakukan tabayyun (cek dan ricek) saat mendapat informasi tentang suatu hal.</p>
<p>“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah (kebenarannya) dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (Al-Hujurat: 6)</p>
<p>Menurut Ibnu Katsir, ayat ini termasuk ayat yang agung karena mengandung sebuah pelajaran yang penting agar umat tidak mudah terpancing, atau mudah menerima begitu saja berita yang tidak jelas sumbernya, atau berita yang jelas sumbernya tetapi sumber itu dikenal sebagai media penyebar berita palsu, isu murahan atau berita yang menebar fitnah. Apalagi perintah Allah ini berada di dalam surah Al-Hujurat, surah yang sarat dengan pesan etika, moralitas dan prinsip-prinsip mu’amalah sehingga Sayyid Quthb mengkategorikannya sebagai surah yang sangat agung lagi padat (surat jalilah dhakhmah), karena memang komitmen seorang muslim dengan adab dan etika agama dalam kehidupannya menunjukkan kualitas akalnya (adabul abdi unwanu aqlihi).</p>
<p>Alangkah elegannya jika sebelum fatwa itu keluar, sang mufti melakukan tabayun ke Ary Ginanjar. Sebagai sebuah metode, ESQ tentu saja memiliki ruang ketaksempurnaan. Hal yang justru diakui oleh Ary Ginanjar setiap ia memandu training ESQ. Persepsi atau dugaan seseorang terhadap sesuatu hal bisa jadi benar, bisa juga salah. Itulah mengapa pentingnya proses tabayyun; dialog, musyawarah agar tak menimbulkan fitnah.</p>
<p>Kasus ini menjadi pelajaran bagi umat Islam, wabil khusus kepada para pemimpinnya. Lakukanlah dialog; persempitlah ruang kecurigaan dan persepsi; biasakanlah melakukan tabayyun sebelum kita mengeluarkan komentar atau kesimpulan. Terlebih lagi sebuah fatwa yang memiliki dampak serius bagi umat. Kitakah umat yang bisa mengambil hikmah itu?</p>
<p><strong>* Alumnus ESQ Eksekutif Angkatan 56, Direktur Eksekutif Sekolah Keluarga Fitrah</strong></p>
<p><a href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fvoaesq.wordpress.com%2F2010%2F08%2F05%2Ffatwa-dan-pentingnya-tabayyun%2F&amp;linkname=Fatwa%20dan%20Pentingnya%20Tabayyun"><img src="http://static.addtoany.com/buttons/share_save_256_24.png" alt="Share" /></a></p>
<br />Filed under: <a href='http://voaesq.wordpress.com/category/pembelaan-alumni/'>Pembelaan Alumni</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/voaesq.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/voaesq.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/voaesq.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/voaesq.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/voaesq.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/voaesq.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/voaesq.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/voaesq.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/voaesq.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/voaesq.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/voaesq.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/voaesq.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/voaesq.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/voaesq.wordpress.com/64/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=voaesq.wordpress.com&amp;blog=15027922&amp;post=64&amp;subd=voaesq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://voaesq.wordpress.com/2010/08/05/fatwa-dan-pentingnya-tabayyun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://voaesq.files.wordpress.com/2010/08/tabayyun.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://voaesq.files.wordpress.com/2010/08/tabayyun.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">tabayyun</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/180fa4010b7b68fed4cbc2e3bde94aa5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">voesq</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://static.addtoany.com/buttons/share_save_256_24.png" medium="image">
			<media:title type="html">Share</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tanggapan Terhadap Tulisan: Ajaran ESQ Sesat dan Menyesatkan</title>
		<link>http://voaesq.wordpress.com/2010/08/05/tanggapan-terhadap-tulisan-ajaran-esq-sesat-dan-menyesatkan/</link>
		<comments>http://voaesq.wordpress.com/2010/08/05/tanggapan-terhadap-tulisan-ajaran-esq-sesat-dan-menyesatkan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Aug 2010 03:50:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>voesq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pembelaan Alumni]]></category>
		<category><![CDATA[esq haram]]></category>
		<category><![CDATA[esq liberal]]></category>
		<category><![CDATA[esq menyesatkan]]></category>
		<category><![CDATA[esq sesat]]></category>
		<category><![CDATA[esqway165]]></category>
		<category><![CDATA[training esq]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://voaesq.wordpress.com/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[Saya adalah adalah seorang yang hadir di acara diskusi Forum Komunikasi Sosial dan Kemasyarakatan (FKSK) ke 58 di Gedung Intiland, Jakarta, Kamis (29/7).  Saya ingin memberi beberapa catatan sekaligus meluruskan beberapa hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan acara sekaligus tulisan Ajaran ESQ Sesat dan Menyesatkan yang ditulis oleh Abdul Halim dan dimuat di Suara Islam, dan&#160;&#8230; <a href="http://voaesq.wordpress.com/2010/08/05/tanggapan-terhadap-tulisan-ajaran-esq-sesat-dan-menyesatkan/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=voaesq.wordpress.com&amp;blog=15027922&amp;post=61&amp;subd=voaesq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya adalah adalah seorang yang hadir di acara diskusi Forum Komunikasi Sosial dan Kemasyarakatan (FKSK) ke 58 di Gedung Intiland, Jakarta, Kamis (29/7).  Saya ingin memberi beberapa catatan sekaligus meluruskan beberapa hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan acara sekaligus tulisan Ajaran ESQ Sesat dan Menyesatkan yang ditulis oleh Abdul Halim dan dimuat di Suara Islam, dan dikutip di voa-islam.com, arrahmah.com, nahimunkar.com, dll:</p>
<p>1.    Menurut saya–dan juga beberapa penanya di acara tersebut- tujuan penyelenggaraan diskusi bukan untuk mencari kebenaran tapi sudah jelas ingin memojokkan ESQ dan Ary Ginanjar. Lihatlah dari keempat pembicara yang diundang semuanya adalah yang kontra terhadap ESQ. Bukankah banyak Ulama dan Kiai terkemuka di Indonesia yang mendukung ESQ seperti K.H. Didin Hafidhuddin, K.H. Hasyim Muzadi, K.H. Said Agil Sirat, K.H. Amidhan, Prof. Dr. Din Syamsuddin? Namun tak satupun dihadirkan ke ruangan itu. Kalaupun Ary Ginanjar bisa hadir, sudah pasti dikeroyok oleh semua pembicara. Dengan demikian kesimpulan diskusi tidak mengandung kebenaran karena sepihak dan tidak berimbang.</p>
<p>2.    KH Anwar Ibrahim (Ketua Komisi Fatwa MUI), tidak mengatakan ESQ menyimpang atau sesat. Beliau belum ikut training ESQ dan belum mempelajari buku tersebut. Menurutnya belum ada pengaduan ke MUI tentang kesesatan ESQ.<br />
Dalam tulisan Abdul Halim dikatakan, ”Sementara itu KH Anwar Ibrahim meragukan ajaran ESQ, karena penuh dengan liberalisme dan pluralisme, yang menganggap semua agama adalah benar”. Saya memiliki rekamam acara tersebut dan kalimat itu tidak benar. Yang diucapkan oleh KH Anwar Ibrahim adalah, “Kita patut mencurigai ESQ liberal, karena kelahirannya ESQ tahun 2000 bertepatan dengan lahirnya gerakan Islam liberal di Indonesia yang diwakili JIL (Jaringan Islam Liberal).”<br />
Saya kira kesamaan waktu kelahiran tidak bisa dijadikan argument kuat untuk menuduh ESQ liberal.</p>
<p>Anwar Ibrahim mempertanyakan kemampuan Bahasa Arab Ary Ginanjar. “Apakah orang seperti Ary Ginanjar bisa dijadikan rujukan dalam memahami Al Qur’an dan As Sunnah, sementara Ary sendiri tidak mampu berbahasa Arab sehingga keahliannya dalam memahami litelatur Islam sangat diragukan.” Sekarang silakan Bapak Anwar Ibrahim Tanya apakah Ust. Amin Djamaluddin yang pakar aliran sesat ini juga mampu berbahasa Arab? Silakan dicek</p>
<p>3.    Amin Djamaluddin seperti dikutip dalam tulisan tersebut mengatakan, “Apalagi Ary tetap meyakini suara hati sebagai sumber kebenaran, bukan Al Qur’an dan As Sunnah sebagai sumber kebenaran.”  Padahal kalau dibaca buku ESQ halaman 188,(cetakan ke-40, Desember 2007) dengan jelas menuliskan bahwa Al Quran sebagai Pedoman Puncak.</p>
<p>4.    Bernard Abdul Jabbar (Mantan Missionaris Kristen) dikatakan dalam tulisan tersebut<br />
mampu membuktikan bahwa ajaran dalam buku yang ditulis Ary itu ternyata secara diam-diam diambil dari kitab injil, kitab taurat dan kitab weda yang merupakan kitab suci Hindu. Saya tanya apa bukti bahwa ESQ diambil dari Weda, Injil, dan Taurat? Saya kira dalam forum itu Bernard tidak membuktikan namun hanya menuduh.<br />
Yang lucu adalah kalimat: “Memang sebelumnya Ary bertahun-tahun menjadi dosen Universitas Udayana Bali sehingga bergaul akrab dengan orang Hindu Bali.” Karena pernah menjadi dosen di Bali maka bisa dijadikan alasan bahwa ESQ bersumberkan pada ajara Hindu. Ini kesimpulan yang sangat keliru sekaligus menggelikan. Jika demikian berarti Habib Adnan, guru Ary Ginanjar yang menjadi Ketua MUI selama 25 tahun pun dianggap terpengaruh Hindu karena berpuluh-puluh tahun tinggal di Bali.<br />
5.    KH Muhammad Al Khaththath mengatakan ajaran Ary bisa menjurus pada kesyirikan. Pasalnya, para peserta ESQ dimintanya untuk meneladani sifat-sifat Allah dalam Asmaul Husna. Saya kira ini bukan satu bentuk kesyirikan karena bukan untuk menyamai atau memandingi sifat Allah.</p>
<p>Al Khaththath  mengatakan, “Saya menyayangkan mengapa tidak ada pelajaran syariah dalam training ESQ.” Dalam hal ini Khaththath mungkin lupa bahwa ESQ adalah lembaga training SDM bukan lembaga yang mengajarkan bagaimana caranya membaca tasyahud, do’a iftitah dan sebagainya. ESQ tidak mungkin mengajarkan semuanya.</p>
<p>6.    Ada seorang peserta dari Cianjur yang bertanya, “Kalau memang ESQ sesat, berapa banyak orang yang sesat karena ikut training ESQ atau membaca buku?Yang  ada, di Cianjur banyak orang yang tadinya tidak sholat menjadi sholat setelah training ESQ. Orang-orang kaya yang tidak mau pergi haji, jadi berangkat haji setelah training ESQ.”</p>
<p>Saya kira semua yang hadir di acara diskusi tahu bahwa tak ada satupun pembicara yang menjawab pertanyaan tersebut.</p>
<p>Demikianlah beberapa catatan saya mengenai jalannya acara diskusi FKSK yang bertema “Benarkah ESQ Sesat?” Saya heran mengapa begitu mudahnya orang Islam menuduh dan berprasangka tanpa melakukan klarifikasi (tabayun). Hal ini menunjukkan pula bahwa begitu mudahnya umat Islam dipecah-belah, dengan saling menyesatkan sesamanya. Sesuatu yang patut disayangkan.</p>
<p>“Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu”</p>
<p>(Al Hujurat, 49:6)</p>
<p><strong>-Karima Mardiyah-</strong></p>
<p><a href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fvoaesq.wordpress.com%2F2010%2F08%2F05%2Ftanggapan-terhadap-tulisan-ajaran-esq-sesat-dan-menyesatkan%2F&amp;linkname=Tanggapan%20Terhadap%20Tulisan%3A%20Ajaran%20ESQ%20Sesat%20dan%20Menyesatkan"><img src="http://static.addtoany.com/buttons/share_save_256_24.png" alt="Share" /></a></p>
<br />Filed under: <a href='http://voaesq.wordpress.com/category/pembelaan-alumni/'>Pembelaan Alumni</a> Tagged: <a href='http://voaesq.wordpress.com/tag/esq-haram/'>esq haram</a>, <a href='http://voaesq.wordpress.com/tag/esq-liberal/'>esq liberal</a>, <a href='http://voaesq.wordpress.com/tag/esq-menyesatkan/'>esq menyesatkan</a>, <a href='http://voaesq.wordpress.com/tag/esq-sesat/'>esq sesat</a>, <a href='http://voaesq.wordpress.com/tag/esqway165/'>esqway165</a>, <a href='http://voaesq.wordpress.com/tag/training-esq/'>training esq</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/voaesq.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/voaesq.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/voaesq.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/voaesq.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/voaesq.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/voaesq.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/voaesq.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/voaesq.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/voaesq.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/voaesq.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/voaesq.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/voaesq.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/voaesq.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/voaesq.wordpress.com/61/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=voaesq.wordpress.com&amp;blog=15027922&amp;post=61&amp;subd=voaesq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://voaesq.wordpress.com/2010/08/05/tanggapan-terhadap-tulisan-ajaran-esq-sesat-dan-menyesatkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>29</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://voaesq.files.wordpress.com/2010/08/esq_book1.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://voaesq.files.wordpress.com/2010/08/esq_book1.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">esq_book</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/180fa4010b7b68fed4cbc2e3bde94aa5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">voesq</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://static.addtoany.com/buttons/share_save_256_24.png" medium="image">
			<media:title type="html">Share</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Catatan Kritis tentang Fatwa ESQ Sesat</title>
		<link>http://voaesq.wordpress.com/2010/08/05/55/</link>
		<comments>http://voaesq.wordpress.com/2010/08/05/55/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Aug 2010 03:29:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>voesq</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pembelaan Alumni]]></category>
		<category><![CDATA[esq haram]]></category>
		<category><![CDATA[esq liberal]]></category>
		<category><![CDATA[esq menyesatkan]]></category>
		<category><![CDATA[esq sesat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://voaesq.wordpress.com/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[Catatan Kritis tentang Fatwa ESQ Sesat Sudah tiga pekan terakhir kegaduhan merebak, terutama di dunia maya, terkait fatwa sesat ESQ oleh salah seorang mufti di Malaysia. Berbagai berita dan  komentar hilir mudik masuk ke email saya. Mayoritas isinya menghujat, mencaci maki ESQ dengan kata dan kalimat yang –meminjam tagline Tempo—tak enak dibaca dan tak perlu.&#160;&#8230; <a href="http://voaesq.wordpress.com/2010/08/05/55/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=voaesq.wordpress.com&amp;blog=15027922&amp;post=55&amp;subd=voaesq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Catatan Kritis tentang Fatwa ESQ Sesat</p>
<p>Sudah tiga pekan terakhir kegaduhan merebak, terutama di dunia maya, terkait fatwa sesat ESQ oleh salah seorang mufti di Malaysia. Berbagai berita dan  komentar hilir mudik masuk ke email saya. Mayoritas isinya menghujat, mencaci maki ESQ dengan kata dan kalimat yang –meminjam tagline Tempo—tak enak dibaca dan tak perlu.</p>
<p>Jujur, membaca berbagai berita tersebut membuat saya mixed feeling: sedih, geram, kecewa, kadang juga menggelikan. Saya tak akan berpanjang kalam menulis prolog ini. Ada baiknya anda menyimak deretan catatan kritis saya berikut ini:</p>
<p>1.    Fatwa sesat ESQ dikeluarkan oleh satu orang mufti dari 13 mufti yang ada di Malaysia. Menariknya, Sang Mufti yang menyesatkan ESQ itu tidak menghadiri pertemuan antara Ary Ginanjar dan 13 mufti lainnya pada Juni 2010 dan belum ikut training ESQ.  Ada tiga pertanyaan penting disini: 1) Mengapa ia yang tak hadir, tapi kemudian berani menyatakan ESQ sesat? 2) Mengapa ia yang belum pernah ikut training ESQ, berani menyatakan ESQ sesat? 3) Mengapa dari 14 mufti, hanya satu yang menyatakan ESQ sesat?</p>
<p>2.    Sejauh yang saya amati, mengapa orang-orang yang mengatakan ESQ sesat hanya itu-itu saja? Dan mohon maaf, kebanyakan mereka adalah ulama yang identik dengan kelompok tertentu yang selama ini terkenal sangat mudah memvonis orang atau kelompok lain. Sementara itu, sama persis dengan di atas,  situs-situs yang konsisten memuat pemberitaan ESQ sesat, hingga saat ini, juga yang itu-itu saja. Dan saya melihat, situs-situsnya, sangat mudah ditebak: berasal dari kelompok mana dan apa latar belakangnya.<br />
3.    Terkait dengan poin 2 di atas, mengapa ulama-ulama yang selama ini menjadi mainstream umat Islam di Indonesia, tak menyatakan bahwa ESQ sesat? Muhammadiyah dan NU kompak berkata: “ESQ tidak sesat.” Bahkan MUI, sebagai lembaga yang memiliki otoritas mengeluarkan fatwa pun menyatakan tidak ada kesesatan ESQ.</p>
<p>4.    Sejauh yang saya amati, merujuk pada 10 kriteria MUI tentang ajaran sesat (diantaranya adalah  mengingkari salah satu rukun iman dan rukun islam; meyakini turunnya wahyu sesudah Al Qur’an; mengingkari Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi dan Rasul terakhir, dst), tak ada satupun yang dengan kuat bisa dijadikan landasan untuk menyatakan ESQ sesat (untuk hal ini saya akan buat tulisan tersendiri). ESQ justru menegakkan rukun Iman dan rukun Islam, membuat para peserta mencintai Nabi Muhammad SAW serta menunjukkan mukjizat Al Qur’an. Makanya, karena memang tidak ada kriteria yang bisa menjerat ESQ, MUI tak pernah memvonis ESQ sesat: sejak dulu hingga kini. Selain itu tidak mungkin ESQ bisa memiliki alumni hingga hampir 1 juta orang apabila mengajarkan kesesatan.</p>
<p>5.    Berbagai tulisan yang masuk ke email saya dan beredar di dunia maya, sudah tak proporsional, adil, objektif. Bahkan, mohon maaf, sangat dangkal analisanya, tak logis dan sangat menyederhanakan masalah. Siapapun yang berpikiran waras, jernih dan cerdas, pasti akan tertawa tergelak-gelak saat membaca kalimat semacam ini.     Sementara itu KH Anwar Ibrahim meragukan ajaran ESQ, karena penuh dengan liberalisme dan pluralisme, yang menganggap semua agama adalah benar. Pasalnya, sewaktu Ary mendirikan ESQ tahun 2000 bertepatan dengan lahirnya gerakan Islam liberal di Indonesia yang diwakili JIL (Jaringan Islam Liberal).</p>
<p>Aneh bin ajaib…kok bisa-bisanya seorang ulama menyimpulkan ESQ adalah JIL hanya karena memiliki tanggal yang sama saat didirikan? Lalu apakah berarti semua organisasi yang didirikan di tahun 2000 bisa dihubungkan dengan JIL (Jaringan Islam Liberal)? Saya akan buat tulisan tersendiri tentang ini. Tunggu saja.</p>
<p>Masih banyak catatan kritis yang ingin saya buat. Tapi untuk sementara cukup disini dulu. Saya sungguh tak kuasa untuk melanjutkanya saat ini karena merasa sedih dengan potret umat Islam saat ini. Ulama dan pemimpinnya begitu mudah menyesatkan kelompok lain, umat menjadi bingung.</p>
<p>“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas”<br />
(QS Al Maidah, 5:87)</p>
<p><strong>Indrayana Taher</strong></p>
<p><a href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fvoaesq.wordpress.com%2F2010%2F08%2F05%2F55%2F&amp;linkname=Catatan%20Kritis%20tentang%20Fatwa%20ESQ%20Sesat"><img src="http://static.addtoany.com/buttons/share_save_256_24.png" alt="Share" /></a></p>
<br />Filed under: <a href='http://voaesq.wordpress.com/category/pembelaan-alumni/'>Pembelaan Alumni</a> Tagged: <a href='http://voaesq.wordpress.com/tag/esq-haram/'>esq haram</a>, <a href='http://voaesq.wordpress.com/tag/esq-liberal/'>esq liberal</a>, <a href='http://voaesq.wordpress.com/tag/esq-menyesatkan/'>esq menyesatkan</a>, <a href='http://voaesq.wordpress.com/tag/esq-sesat/'>esq sesat</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/voaesq.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/voaesq.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/voaesq.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/voaesq.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/voaesq.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/voaesq.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/voaesq.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/voaesq.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/voaesq.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/voaesq.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/voaesq.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/voaesq.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/voaesq.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/voaesq.wordpress.com/55/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=voaesq.wordpress.com&amp;blog=15027922&amp;post=55&amp;subd=voaesq&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://voaesq.wordpress.com/2010/08/05/55/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://voaesq.files.wordpress.com/2010/08/esq1.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://voaesq.files.wordpress.com/2010/08/esq1.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">ESQ1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/180fa4010b7b68fed4cbc2e3bde94aa5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">voesq</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://static.addtoany.com/buttons/share_save_256_24.png" medium="image">
			<media:title type="html">Share</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
